alexametrics

Gunung Sumbing Masih Membara, BPBD Fokus di Jalur Banaran dan Walitis

loading...
Gunung Sumbing Masih Membara, BPBD Fokus di Jalur Banaran dan Walitis
Ratusan petugas gabungan dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar kawasan hutan dan lahan di kawasan lereng Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah. Foto/iNewsTV/Taufik Budi
A+ A-
TEMANGGUNG - Ratusan petugas gabungan dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar kawasan hutan dan lahan di kawasan lereng Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah.

Proses pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual dengan alat-alat seadanya. “Di Jalur Banaran pemantauan dan pendinginan (titik api), sementara di di Jalur Walitis dilakukan pemadaman,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Gito Wangaldi, Rabu (25/9/2019).

Tim gabungan dibagi menjadi dua agar optimal dalam melakukan upaya menjinakkan api. Melalui jalur Banaran petugas melakukan pendinginan dan memastikan titik api tidak ada lagi. Sedangkan yang melalui jalur Walitis bertugas melakukan pembuatan sekat bakar dan pemadaman langsung di titik api.

Sebelumnya pada Selasa 24 September 2019, petugas gabungan juga melakukan operasi serupa mulai pukul 07.30-16.30 WIB. Petugas bergerak menuju kawasan Hutan Lindung di Petak 23-3 dan di Petak 27-4, yang terbakar api.



Dua petak itu masuk wilayah administratif Desa Kemloko, Kecamatan Tembarak, Temanggung.

“Petak 23-3 kebakaran meluas mencapai 3 hektare, jadi total yang terbakar 11 hektare. Titik api sudah tidak terpantau. Kebakaran meluas ke petak 27-4 seluas 4 hektare, jadi total 6 hektare,” terangnya.

“Sebanyak 1 titik api di petak 27-4. Api belum bisa dipadamkan karena medan yang sulit di jangkau, waktu yang sudah sore dan cuaca berkabut, serta bara api yang masih panas. Akhirnya tim di tarik ke posko pada pukul 16.30 WIB (Selasa 24 September),” tambahnya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak