alexametrics

Pondok Pesantren di Lombok Timur Terbakar, Hanguskan Lima Ruang Belajar

loading...
Pondok Pesantren di Lombok Timur Terbakar, Hanguskan Lima Ruang Belajar
Pondok Pesantren Nurussalam di Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) terbakar, Jumat (20/9/2019) pukul 15.30 Wita. iNewsTV/Ramli Nurawang
A+ A-
LOMBOK TIMUR - Pondok Pesantren Nurussalam di Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) terbakar, Jumat (20/9/2019) pukul 15.30 Wita. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting atau hubungan pendek arus listrik.

Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah di Ponpes tersebut, Maad Adnan mengatakan, api pertama kali muncul dari salah satu ruangan Asrama Panti Asuhan. "Siswa diniyah yang sedang belajar di sebelah ruangan yang terbakar langsung lari keluar, berteriak, kebakaran," tuturnya.

Tak berselang lama, api kemudian menjalar ke dapur hingga ke tiga ruang kelas lainnya yang berada di lantai dua. Tak hanya melalap bangunan, api merambat menghanguskan sejumlah fasilitas sekolah seperti meja belajar siswa. "Ada lima lokal ruangan hangus terbakar, yaitu tiga ruang belajar, dapur, dan ruang asrama panti asuhan," ujarnya.



Sebelum petugas pemadam dari BPBD Setempat sampai ke lokasi, warga bergotong royong memadamkan api. Warga berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya hingga berlahan kobaran api mengecil.

Api baru bisa dipadamkan setelah 15 petugas damkar tiba di lokasi kejadian. Petugas menyemprotkan air untuk mendinginkan api yang meluas hingga ke lantai dua. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian pondok pesantren tersebut diperkirakan hingga ratusan juta rupiah.

"Saat dapat informasi dari warga ada kebakaran, 15 petugas langsung berangkat ke lokasi. Alhamdulillah api berhasil dipadam dibantu warga setempat," ungkap seorang petugas Damkar BPBD Lombok Timur, Abdul Aziz.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak