alexametrics

Anggota DPRD Tapsel Sesalkan Bentrok Antar Mahasiswa

loading...
Anggota DPRD Tapsel Sesalkan Bentrok Antar Mahasiswa
Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Rahmat Nasution menyayangkan bentrok antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (Ampera) Tapsel. SINDOnews/Zia Nasution
A+ A-
TAPANULI SELATAN - Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Rahmat Nasution menyayangkan bentrok antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (Ampera) Tapsel.

"Saya prihatin dan menyayangkan adanya insiden itu, apalagi keduanya sudah memiliki nama yang besar," ujarnya kepada SINDONews ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (18/9/2019).

Sebagai kalangan intelektual, kata Rahmat, seharusnya bentrok tersebut tidak terjadi. Apalagi, bentrok itu disaksikan oleh masyarakat. "Kalangan intelektual mempunyai solusi untuk menyelesaikan masalah, bukan harus dengan aksi kekerasan," ujar politisi senior itu.



Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama mahasiswa agar tidak terprovokasi dengan oknum-oknum yang sengaja menciptakan kondisi itu.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa yang mangatasnamakan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Tapanuli Selatan-Kota Padangsidimpuan, terlibat aksi bentrok dengan Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (Ampera), di depan kantor Bupati Tapsel. Akibatnya sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka.

Aksi tersebut berawal ketika kedua kubu mahasiswa sama-sama melakukan aksi unjuk-rasa di kantor Bupati Tapsel. Aksi saling ejek antara mereka tidak bisa terelakkan, seperti HMI menyebut Ampera dengan sebutan nasi bungkus, odong-odong.

Sedangkan Ampera menyebut mahasiswa HMI pengkhianat dan penjilat. Aksi tersebut semakin memanas ketika salah seorang mahasiswa menyebut massa dari Ampera PKI. (Baca juga; Bentrok Massa HMI dan Ampera, Sejumlah Mahasiswa Terluka)
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak