alexametrics

Jelang Setahun Gempa Sulteng, Perwakilan PBB Tinjau Proses Pemulihan

loading...
Jelang Setahun Gempa Sulteng, Perwakilan PBB Tinjau Proses Pemulihan
Kepala perwakilan tetap PBB di Indonesia Anita Nirody dan rombongan mengunjungi Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (17/9/2019). Foto/M Ridwan Lapasere
A+ A-
PALU - Menjelang satu tahun bencana gempa-tsunami dan liquifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng), Kepala perwakilan tetap PBB di Indonesia Anita Nirody mengunjungi Palu, Sulteng, Selasa (17/9/2019).

Kedatangan mereka untuk melihat kegiatan bantuan pemulihan pascabencana yang dilaksanakan lembaga-lembaga PBB beserta mitranya di daerah.

Anita Nirody dan rombongan meninjau beberapa proyek yang dilakukan lembaga PBB di wilayah terdampak bencana. Mereka juga melakukan kajian atas bantuan lanjutan yang akan diberikan dan dilakukan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi.



Salah satu yang dikunjungi adalah SD Inpres Jono Oge Kabupaten Sigi yang masuk dalam program padat karya untuk membersihkan puing-puing akibat gempa bumi dan liquifaksi.
Jelang Setahun Gempa Sulteng, Perwakilan PBB Tinjau Proses Pemulihan

"Sekolah dasar ini rencananya akan dibangun kembali dengan konstruksi tahan gempa dan mendapatkan pembiayaan dari program Petra dan didanai oleh KFW Jerman dalam proses pemulihan ke depan," kata Anita Nirody.

Sementara Norma Lamakampali, warga Desa Jono Oge korban bencana yang ikut terlibat dalam program padat karya UNDP mengatakan, dirinya bersama keluarga merasa sangat terbantu dengan program ini. Karena mereka bisa mendapatkan dana tunai sebagai penghasilan sementara di minggu pertama terjadinya bencana.

Program padat karya ini dilakukan di 29 desa dan berhasil berkontribusi dalam penurunan resiko bencana. Ada sekitar 2.144 rumah, 29 sekolah dan 50 rumah ibadah, 450 fasilitas umum yang telah dibersihkan oleh 6 mitra dari UNDP.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak