alexametrics

Kobaran Api di Kawasan Wisata Gedong Songo Kembali Membesar

loading...
Kobaran Api di Kawasan Wisata Gedong Songo Kembali Membesar
Api kembali berkobar di hutan kawasan wisata Gedong Songo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2019) malam. iNews.id/Taufik Budi
A+ A-
SEMARANG - Api kembali berkobar di hutan kawasan wisata Gedong Songo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2019) malam. Sejumlah petugas dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan dengan peralatan seadanya.

“Makin membesar (kobaran api). Titik api sudah naik di atas Patung Hanoman, dan kalau enggak dikondisikan habis hutan kita,” kata relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Kabupaten Semarang, Mulyo Utomo.

Dia menjelaskan, beberapa kelompok relawan telah berkoordinasi untuk melakukan pendakian ke titik api. Bukan perkara mudah, karena mereka harus menempuh medan yang cukup terjal dan gelap sehingga harus ekstra hati-hati dalam melangkah.



“Api semakin membesar. Monggo sedulur yang kiranya longgar bisa naik ikut bantu madamkan api. Kalau tidak, habis hutan kita. Posisi (titik api) di atas Patung Hanoman,” ucapnya memberi tahu.

Sebelumnya diberitakan, api yang membakar hutan di kawasan wisata Gedong Songo sempat padam pada sore tadi. Sumber api sudah diketahui warga sejak Senin 16 September. Namun, upaya pemadaman belum bisa dilakukan karena titik api berada di bawah tebing yang sulit dijangkau.

“Untuk relawan dari Sakpala berjumlah 15 orang yang dipimpin Pak Arun. Untuk relawan lainnya kita monitor,” katanya.

Oleh karena itu, petugas gabungan hanya bisa menunggu di bagian atas tebing untuk mencegah api semakin liar. Ratusan petugas gabungan yang terlibat pemadaman di antaranya polisi, Sakpala, Basecamp Mawar, Ungaran Peduli, BPBD Kabupaten Semarang, TNI, dan Relawan Sumowono. Proses pemadaman hanya bisa dilakukan dengan alat-alat seadanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak