alexametrics

Pemprov Sumsel Ajukan Penambahan Helikopter Waterbombing

loading...
Pemprov Sumsel Ajukan Penambahan Helikopter Waterbombing
Pemprov Sumsel mengajukan penambahan helikopter waterbombing ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Foto/Istimewa
A+ A-
PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mengajukan penambahan helikopter waterbombing ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Gubernur Sumsel, Herman Deru menilai, keberadaan tujuh unit helikopter pengebom air yang saat ini disiagakan di BPBD Sumsel masih kurang. Apalagi beberapa hari ini terjadi peningkatan titik panas yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Alat kami ini terbatas, sedangkan hasil patroli baru-baru ini saya lihat di Muara Kuang itu titik api sangat banyak sekali," ujar Herman Deru di Griya Agung, Selasa (17/09/2019).



Menurut dia, kurangnya dukungan sarana dan prasarana tersebut membuat upaya pemadaman yang dilakukan satgas karhutla menjadi tidak optimal. Terutama di daerah rawan seperti Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir.

Meski demikian, Herman Deru belum mengajukan usulan ke pemerintah pusat agar meminta bantuan dari luar negeri. "Bantuan dari luar negeri ya bisa saja, apalagi karhutla ini sudah jadi isu antarnegara. Tapi sejauh ini saya masih mengharapkan dari BNPB," katanya.

Saat ini, luas lahan yang terbakar akibat karhutla di Sumsel terus bertambah. Berdasarkan data satelit Lapan, terdapat 384 titik panas dengan 146 titik berada di Ogan Komering Ilir.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Ansori mengharapkan, setidaknya tambahan dua helikopter pengebom air sehingga menjadi 10 unit yang beroperasi.

"Permintaan ini karena tidak semua heli bisa operasi sekaligus karena ada yang offday atau masa pemeliharaan," singkatnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak