alexametrics

Olah TKP Ledakan di Mako Brimob Semarang Ditunda

loading...
Olah TKP Ledakan di Mako Brimob Semarang Ditunda
Olah tempat kejadian perkara (TKP) di Markas Komando Satuan Brimob Polda Jateng di Srondol, Kota Semarang, masih belum bisa dilakukan. iNews.id/Taufik Budi
A+ A-
SEMARANG - Olah tempat kejadian perkara (TKP) di Markas Komando Satuan Brimob Polda Jateng di Srondol, Kota Semarang, masih belum bisa dilakukan. Meskipun sudah memasuki hari kedua lokasi tempat kejadian belum aman dan dikhawatirkan masih ada benda berbahaya yang kemungkinan dapat meledak.

Sejumlah petugas dikerahkan untuk membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan yang rusak parah akibat ledakan. Mereka menyisir puing-puing reruntuhan bangunan gudang penyimpanan bahan peledak yang meledak pada Sabtu 14 September 2019.

Petugas harus ekstra hati-hati karena dikhawatirkan masih ada bahan-bahan berbahaya yang kemungkinan dapat menimbulkan ledakan. Olah TKP baru dilakukan setelah lokasi dinyatakan benar-benar aman.



“Dari tim Jibom akan menentukan apakah lokasi sudah aman atau belum, untuk selanjutnya dilakukan kegiatan olah TKP oleh Labfor Polri, Inafis, dan juga oleh penyidik Direktorat Reserse Umum Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Senin (16/9/2019).

Sekadar diketahui, gudang berukuran 6x6 meter persegi di kompleks Mako Brimob Srondol meledak pada Sabtu 14 Sepetmber 2019. Gudang itu digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan peledak temuan masyarakat seperti mortir, granat, dan ranjau darat.

Akibat peristiwa ini, selain bangunan gudang hancur, asrama Brimob Polda Jateng juga rusak parah, termasuk sejumlah unit kendaraan angkut milik Brimob, termasuk 44 rumah warga di sekitarnya. Ledakan juga mengakibatkan korban yakni Kepala Detasemen Gegana Brimob Polda Jateng AKBP Syaiful Anwar terluka pada lengan dan kepala.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak