alexametrics

Wali Kota Jambi Fasha Kembali Boyong Piala Wahana Tata Nugraha

loading...
Wali Kota Jambi Fasha Kembali Boyong Piala Wahana Tata Nugraha
Wali Kota Jambi Fasha menerima piala WTN Tanpa Catatan yang diserahkan Menhub Budi Karya Sumadi di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (15/9/2019). Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Komitmen dan kesungguhan duet kepemimpinan Wali Kota Jambi Syarif Fasha, ME, bersama wakilnya Maulana dalam membangun Kota Jambi Terkini (Tertib, Ekonomi Maju, Rakyat sejahtera, Kompetitif, Inovatif, Nyaman dan Iman), tidak perlu diragukan lagi. Terlebih dalam membangun penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan yang lebih baik dan efektif.
Atas kinerjanya itu, Kota Jambi untuk kesekian kalinya kembali meraih apresiasi tertinggi dari pemerintah pusat di bidang penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan. Kota Jambi kembali meraih Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk keempat kalinya. Kota Jambi dinilai sukses dalam pembangunan bidang lalu lintas, serta berinovasi di bidang angkutan tersebut.Yang paling membanggakan Kota Jambi meraih WTN Tanpa Catatan bersama 39 kabupaten/kota dari 77 daerah penerima penghargaan itu.Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu pagi (15/9/2019). Penghargaan diserahkan dalam rangkaian acara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2019.

Penghargaan Wahana Tata Nugraha sendiri merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Provinsi, Kota/Kabupaten yang mampu menata transportasi dan fasilitas publik dengan baik. Penilaian WTN untuk Kota Jambi telah dilaksanakan pada April lalu, oleh tim penilai yang berasal dari Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Akademisi dan Pakar Transportasi independent.

Pada penilaian tersebut Kadishub Kota Jambi Saleh Ridha sukses dalam paparannya, meyakinkan tim penilai terkait manajemen penyelenggaraan sistem transportasi di Kota Jambi. Turut hadir pada presentasi tersebut, Wakil Wali Kota Jambi Maulana.



Usai menerima anugerah itu, di hadapan sejumlah awak media, Wali Kota Syarif Fasha menyampaikan bahwa penghargaan tersebut adalah buah dari kesungguhan dan kerja keras semua pihak yang bersinergi, bersama Pemkot Jambi membangun manajemen penyelenggaraan sistem transportasi dan lalu lintas yang baik di Kota Jambi.

"Pemerintah Kota Jambi berkewajiban untuk selalu meningkatkan kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan baik pada aspek administrasi, teknis dan operasional, maupun aspek kebijakan dalam pembangunan transportasi perkotaan. Hal tersebut tidak terlepas dari andil dan bantuan dari semua pihak yang telah membantu Pemkot selama ini. Mulai dari Kementerian Perhubungan, Balai Transportasi Darat, Polri, Polda, Polresta, TNI, Organda, dan stakeholder lainnya. Untuk itu semua kami ucapkan terima kasih," sebut Fasha.

Sebelumnya, Menhub Budi Karya dalam sambutannya menuturkan bahwa, penghargaan WTN merupakan upaya pembinaan dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Daerah agar memenuhi kriteria bagi penyelenggaraan pelayan transportasi dan fasilitas publik.

"Ini adalah upaya pembinaan bagi Kemenhub agar semua pihak memenuhi kriteria-kriteria yang kita berikan. Ada yang sudah maksimal namun ada juga yang belum maksimal dan ini kita pantau setiap 2 tahun sekali," tuturnya.

Lebih lanjut, penghargaan WTN 2019 tersebut dianggap dapat menunjukkan peningkatan kinerja di setiap Provinsi, Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, determinasi dan komitmen jajaran Pemerintah Kota Jambi dalam membangun manajemen penyelenggaraan sistem transportasi yang baik dan efektif tidak perlu diragukan lagi. Kota Jambi telah ditasbihkan sebagai kota yang telah bertransformasi menjadi Kota Pintar (Smart City), dimana arah dan kebijakan pembangunan Kota Jambi, telah menyasar pada seluruh aspek yang melandasi Kota Pintar.

Hal tersebut telah dibuktikan dengan terobosan besar Kota Jambi menjadi daerah di Sumatera yang telah memiliki ruang City Operation Centre (COC) secara terpadu, dimana fungsi kendali dan pemantauan kota, terintegrasi dengan fungsi kontrol lainnya.

Sistem pemantauan jarak jauh lalu lintas (ATCS), serta berbagai fungsi pelayanan masyarakat lainnya, dikendalikan melalui ruang kendali tersebut. Kota Jambi juga menjadi kota kedua di Indonesia, selain Jakarta, yang pertama kali menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement E-TLE (tilang elektronik).

Selain itu, Kota Jambi juga saat ini sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara dan mewakili Indonesia, yang berhasil masuk nominasi 20 besar GCCC (Global climate City Challenge).

Dalam GCCC tersebut, Kota Jambi mengajukan proyek strategis senilai 30 juta Euro untuk proyek "Green Urban Transport Project". Proyek tersebut meliputi masterplan sistem transportasi massal di Kota Jambi, pembangunan infrastruktur jalan, smart traffic monitoring system, dan pembangunan terminal bus terintegrasi, termasuk Proyek Prestisius Bus Rapid Transit (BRT), Capsule Bus, berbasis online yang segera akan di luncurkan di Kota Jambi dalam waktu dekat.

Proyek ini akan mengubah sistem transportasi publik di Kota Jambi, dimana akan berkontribusi besar dalam upaya mengurangi kadar emisi gas buang beracun kendaraan, mengurangi kepadatan lalu lintas, memberikan sarana transportasi yang aman, murah dan ramah bagi anak-anak, wanita, lanjut usia, serta bagi kaum disabilitas. Sistem transportasi ini juga akan berkontribusi besar dalam gerakan global climate action adaptation 70% dalam upaya mereduksi kadar emisi gas efek rumah kaca dan pemanasan global.

Turut mendampingi Wali Kota Jambi pada penganugerahan WTN di Jakarta tersebut, Wakapolresta Jambi AKBP Bambang Irawan, Kadishub Kota Jambi M. Saleh Ridha, dan Kasatlantas Polresta Jambi AKP La Ode Prasetyo Fuad.
(poe,atk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak