alexametrics

Pembangunan RTLH Nelayan di Pintadia Bolsel Sudah Dimulai

loading...
Pembangunan RTLH Nelayan di Pintadia Bolsel Sudah Dimulai
Proyek pembangunan rumah tinggal layak huni (RTLH) khusus untuk para nelayan, tepatnya di Desa Pintadia, Kecamatan Bolaang Uki sudah mulai dibangun. SINDOnews/Cahya
A+ A-
MANADO - Proyek pembangunan rumah tinggal layak huni (RTLH) khusus untuk para nelayan, tepatnya di Desa Pintadia, Kecamatan Bolaang Uki sudah mulai dibangun.

Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Deddy Abdul Hamid memantau perkembangan proses pembangunan RTLH khusus nelayan ini. Beberapa sudah mulai berjalan, bahkan sudah ada beberapa unit hunian yang progresnya hampir rampung.

"Program RTLH untuk nelayan ini dari pemerintah pusat. Sengaja saya lakukan peninjauan untuk melihat secara langsung proses pembangunannya sudah sejauh mana," kata Deddy.



Dia menyampaikan, sebagaimana keterangan dari pihak pelaksana kegiatan saat ini pembangunan RTHL khusus nelayan sebanyak 25 unit.

Namun wabup berharap jumlah itu digenapkan menjadi 26 unit dan pihak pelaksana pun siap untuk melaksanakannya. "Jadi tahap awal ini 25 unit yang dibangun. Karena ganjil, jadi saya minta untuk digenapkan jadi 26 unit, dan syukurlah pihak pelaksana akan menyanggupi itu," ungkap Deddy.

Ia berharap, pelaksanaan proyek pembangunan RTLH khusus bagi nelayan ini dapat tuntas pada tahun 2019 ini. "Saya harap pihak pelaksana kegiatan bisa tepat waktu menuntaskan pekerjaaanya," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bolsel, Tedi Manika saat dikonfirmasi menjelaskan, program RTLH untuk nelayan bersumber dari APBN dengan nilai kontrak Rp4.5 miliar dan dilaksanakan oleh CV Surya Prima selaku kontraktor pelaksana dan CV Wenang Citra Konsultan sebagai pihak konsultan pengawas.

"Rencana awal sesuai usulan 50 unit, tapi yang direalisasikan baru separuh yakni 25 unit dengan pagu anggaran per unitnya sebesar Rp126 juta," kata Tedi.

Untuk sisanya, pihaknya kembali mengajukan proposal ke pihak Kementrian-PUPR. "Insya Allah tahun depan sisanya bisa didapat lagi. Karena sesuai rencana RTLH itu untuk relokasi nelayan yang bermukim di pesisir pantai desa Pintadia. Sesuai RT/RW kawasan ini akan jadi kawasan pengembangan pusat ibu kota," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak