alexametrics

Mencintai dan Meneruskan Nilai yang Ditinggalkan Leluhur

loading...
Mencintai dan Meneruskan Nilai yang Ditinggalkan Leluhur
Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sosialisasikan Rumah Peradaban Lembata di Desa Hingalamamengi Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, beberapa waktu lalu.
A+ A-
LEMBATA - Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melaksanakan kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban Lembata di Desa Hingalamamengi Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, beberapa waktu lalu. Sosialisasi Rumah Peradaban ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Lembata.

Hal inilah yang menjadi acuan dari hasil penemuan benda-benda sejarah dan budaya yang ada di Kabupaten Lembata.

Peserta sosialisasi Rumah Peradaban Lembata ialah siswa SMP dan SMA di Kecamatan Omesuri sejumlah 150 orang. Kegiatan yang dihadiri oleh Arkeologi senior Prof Harry Truman Simanjuntak, Ketua Tim Rumah Peradaban Lembata Retno Handini, yang didampingi oleh kedua anggota dari Puslit Arkenas.



Hadir pula Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Rafael Betekeneng, Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Apolonaris Mayan, para pimpinan OPD dan tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam sambutan Bupati Lembata yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Rafael Betekeneng, mengatakan sebagai masyarakat Lembata harus berbangga dengan kehadiran para Arkeologi Nasional ini. Mereka telah memberikan sumbangsih yang besar kepada masyarakat Lembata secara umumnya.

"Sumbangsih itu bukan merupakan materi melainkan ilmu dan informasi peradaban leluhur pada ribuan tahun lalu yang telah terkubur bersama jasad mereka," ungkap Bupati.

Selanjutnya disebutkan dari hasil penelitian yang dilakukan para Arkeologi Nasional pada Maret lalu memberikan sedikit gambaran besar tentang peradaban leluhur Lembata pada masa itu.

"Kita sendiri tidak pernah tahu seperti apa peradaban leluhur kita pada abad sebelum dan sesudah masehi jika bukan karena para Arkeologi ini. Dengan ditemukannya benda-benda sejarah, kita dapat mengetahui dengan jelas asul dan usul serta karya-karya seni yang ditinggalkan oleh leluhur kita yang memiliki makna nilai tersendiri," tutur Bupati.

Untuk itu perlu sebuah wahana yang mampu menampung dan memberikan informasi kepada generasi penerus tentang peradaban itu. Rumah Peradabanlah yang pantas dijadikan sebagai fondasi dasar yang mampu menjelaskannya kepada siapa yang ingin mengenal Lembata lebih dalam.

Oleh karena itulah, pemerintah daerah bekerja sama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional untuk membendung semuanya dalam Rumah peradaban Lembata yang dimulai dengan sosialisasi tentang Rumah Peradaban Lembata ini.

Oleh karena itu menurut Bupati Rumah Peradaban tidak hanya dinilai sebagai pusat untuk mendapatkan ilmu dan informasi mengenai peradabaan leluhur pada masa lampau. Melainkan menjadi media interaksi dan forum diskusi masyarakat Lembata itu sendiri. "Ini juga bagian dari upaya pemerintah untuk medekatkan penerus generasi untuk mencintai budaya dan peradaban yang ada di kabupaten yang kita cintai ini sebagai upaya konservasi pendidikan," ujar Bupati.

Sebelum mengakhiri sambutannya Bupati Lembata meminta kepada para peserta agar menjadi ujung tombak yang dapat menuruskan dan melestarikan sejarah dan budayaa yang telah dianut dan ditanamkan leluhur kita. "Juga bagi para tim Penelitian Arkeologi Nasional atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Lembata saya mengucapkan limpah terima kasih yang mendalam dan menjadi langkah awal kita bersama membangun Kabupaten Lembata ini," kata Bupati.

Sementara itu Prof Truman Simanjuntak menjalaskan bahwa Program prioritas untuk menjadikan arkeologi bermanfaat bagi bangsa adalah melalui pengembangan di dalam “Rumah Peradaban”. Hal ini karena pada dasarnya leluhur pada masa itu meniggalkan budaya yang memiliki nilai – nilai arkeologi yang masih sangat terbatas.

Untuk itu dilakukan sosialisasi Rumah Peradaban Lembata ini agar memberikan manfaat bagi generasi bangsa dan dearah ini. Sesuai dengan Nawacita pemerintah sekarang, khususnya cita ke-8 (pembangunan karakter bangsa) dan cita ke-9 (pembangunan Rumah Pusat Kebudayaan).

Lebih jauh Prof Truman mengatakan bahwa Rumah Peradaban juga merupakan sarana pendidikan dan pencerdasan bangsa lewat hasil penelitian arkeologi. Oleh karean itu, Rumah Peradaban menjadi media untuk mengetahui masyarakat di era ini dan di era sebelumnya.

Hal ini dilakukan agar memahami dan mengadopsi nilai-nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya. Serta sebagai penerusnya semakin mencintai peradabannya syarat menumbuhkan semangat kebangsaan dan menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan bangsa yang berkepribadian.

Selain sebagai pusal ilmu dan informasi Rumah Peradaban ini juga berperan dalam menghidupkan memori kolektif kebangsaan. Serta mengungkap nilai-nilai di balik hasil penelitian dan penemuan itu seperti pemikiran (kecerdasan), perilaku dan kreativitas dalam mencapai kemajuan di masa lalu. Untuk itu Prof meminta agar semua peserta dapat meneruskan nilai dan budaya yang dimiliki oleh leluhur di Kabupaten Lembata ini yang dimulai dari dalam diri sendiri.

Seusai kegitan dilakukan penyerahan pigura beradapan kepada Pemerintah Lembata melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Tidak hanya itu pigura juga diberikan kepada perwakilan dari sekolah-sekolah yang menjadi peserta kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban Lembata, sebagai bukti akan hasil karya seni leluhur lembata pada masa lampau. (yan moruk/Kominfo Lembata)
(alf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak