alexametrics

Gempa Bumi 5,4 Magnitudo Guncang Raja Ampat, Tak Berpotensi Tsunami

loading...
Gempa Bumi 5,4 Magnitudo Guncang Raja Ampat, Tak Berpotensi Tsunami
Wilayah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,4 magnitudo, Sabtu,(7/9/2019) pukul 04.14.27 WIB. Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
RAJA AMPAT - Wilayah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,4 magnitudo, Sabtu,(7/9/2019) pukul 04.14.27 WIB.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,1.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0.15 LS dan 130.62 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 35 km arah Barat Laut Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat pada kedalaman 10 km," jelas Rahmat Triyono, dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.



Menurut Rahmat, jenis dan mekanisme gempabumi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme penyesaran normal (normal fault),"ujar Rahmat.

Rahmat menambahkan, guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Raja Ampat II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) dan Sorong I-II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," katanya. Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami.

Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak