alexametrics

Diduga Cabuli Siswi, Oknum Guru Olahraga Dibekuk Polisi

loading...
Diduga Cabuli Siswi, Oknum Guru Olahraga Dibekuk Polisi
Suhariono alias Moel Kharisma, oknum guru yang diduga melakukan aksi pencabulan terhadap beberapa siswinya berhasil diamankan jajaran Unit PPA Polresta Barelang, Jumat (6/9/2019) siang. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BATAM - Suhariono alias Moel Kharisma, oknum guru yang diduga melakukan aksi pencabulan terhadap beberapa siswinya berhasil diamankan jajaran Unit PPA Polresta Barelang, Jumat (6/9/2019) siang.

Pelaku berhasil diamankan di Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) setelah berusaha kabur dari Batam sejak Kamis (5/9/2019). "Sudah diamankan dan sekarang tengah dalam perjalanan dibawa ke Batam," kata Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo.

Hingga saat ini, terdapat 6 orang siswi yang diduga menjadi korban aksi pencabulan pelaku dengan modus hipnoterapi. Keenam siswi tersebut berasal dari kelas 4, SD Swasta Shabilla, tempat pelaku bertugas sebagai guru olahraga dan guru pramuka. Namun, diduga, korban lebih dari 6 orang mengingat aksi hipnoterapi tersebut sudah dilakukan sejak lama.



Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial mengatakan, pihaknya membuka diri seluas-luasnya kepada wali murid yang anaknya turut serta menjadi korban.

"Sejauh ini dari siswi sekolah tersebut ada 5 orang, yang satunya dulu sekolah di sana tapi sekarang sudah pindah ke sekolah lain. Kami himbau kepada wali murid lain, untuk membuka diri dan melaporkan kepada kami bila memang anaknya turut menjadi korban sehingga lebih menguatkan proses hukumnya," katanya.

Erry mengaku, dari 6 orang tersebut, 3 orang korban menjalani proses assesment dari KPPAD. Proses assesment ini dilakukan untuk menggali informasi dari korban terkait aksi pencabulan yang dilakukan pelaku.

"Kemarin kami sediakan psikolog agar anak lebih terbuka. Ke depan, dari pihak kepolisian akan memproses lebih lanjut. Dan bila memang nantinya ditemukan trauma pada anak, maka akan dilakukan pendampingan kembali oleh psikolog," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak