alexametrics

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif

loading...
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif. Irwan berhasil mengubah Sumbar dari kondisi pascagempa menjadi kembali bangkit
A+ A-
PADANG - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif. Koran Sindo dan Sindonews, penyelenggara penghargaan tersebut, menilai Irwan berhasil mengubah Sumbar dari kondisi pascagempa yang minus dan porak poranda menjadi kembali bangkit dan menorehkan berbagai prestasi dalam hal pembangunan dan kesejahteraan.

"Pada Agustus 2010 saat kami dilantik sebagai kepala daerah, kondisi Sumbar masih minus dan tanggap darurat, serta belum ada rehab rekon. Pelantikan pun dilakukan di sebuah bangunan yang biasa digunakan sebagai garasi mobil di DPRD Prov. Sumbar. Pendataan rumah dan bangunan yang rusak serta korban masih mewarnai suasana tanggap darurat," kata Irwan.

Ribuan rumah masyarakat rusak akibat gempa. Belum lagi jalan, jembatan, kantor instansi pemerintah, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya. Jumlahnya mencapai hampir 300.000 unit. Secara bertahap Irwan berhasil mengembalikan kondisi tersebut ke semula. Dimulai dari rumah-rumah masyarakat, sekolah, rumah ibadah, dan seterusnya.



Kini bekas-bekas gempa tersebut bisa dibilang sudah tidak terlihat lagi, karena sudah banyak bangunan-bangunan baru dan juga sarana dan prasarana serta infrastruktur yang telah dibangun kembali atau diperbaiki.

Bekas-bekas psikis pun sudah tidak terlihat lagi. Kawasan pinggir pantai sudah banyak dihuni, bahkan ada bangunan baru termasuk hotel di kawasan pinggir pantai. Masyarakat pun tidak canggung beraktivitas di pantai. Sementara mereka yang sempat pindah ke luar Sumbar atau luar Padang juga sudah ada yang kembali lagi. Sedikitnya, total Rp6,7 triliun yang terkumpul untuk pembangunan pascagempa 2009 yang berasal dari ABPN, APBD, bantuan luar negeri, bantuan swasta, perantau, dan masyarakat.

"Koran Sindo menilai bahwa kebijakan dalam pembangunan infrastruktur di Sumbar yang dilakukan pascagempa 2009 telah menjadi sebuah strategi dan inovasi dalam membangkitkan kondisi Sumbar kepada kondisi yang semakin baik. Dengan APBD yang terbatas, rehab rekon rumah masyarakat, rumah ibadah, fasilitas umum, kantor pemerintah, jalan dan jembatan alhamdulillah bisa dilakukan. Hal ini tidak hanya memulihkan kondisi yang ada, tetapi juga mampu meningkatkan kondisi ekonomi. 10 tahun setelah gempa 2009, kondisi pembangunan Sumbar sudah berubah banyak," kata Irwan.

Beberapa catatan perubahan itu di antaranya: PDRB perkapita mengalami kenaikan pesat dari 2009/2010 sebesar 17 juta rupiah menjadi 37,21 juta rupiah di 2016. Angka pengangguran di 2009/2010 7,97% berkurang menjadi 5,09% di 2016. Sedangkan angka kemiskinan di 2009/2010 9,45% turun menjadi 6,55% di 2018. Rasio Gini juga membaik, pada 2010 angkanya 0,325 turun menjadi 0,305 di 2018. Pada September 2017, angka ketimpangan Sumbar termasuk yang paling rendah se nasional setelah Babel.

"Penghargaan Kepala Daerah Inovatif yang diberikan Koran Sindo kepada kami sesungguhnya merupakan penghargaan untuk seluruh elemen masyarakat di Sumbar. Karena seluruh elemen masyarakat telah memberikan kontribusinya dalam bangkitnya Sumbar dari keterpurukan. Untuk itu kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat, BNPB, DPR RI, DPRD Provinsi, TNI, Polri, ASN, OPD, Pemkab/ko, pemuka masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, pemuda, mahasiswa, pelajar, pihak swasta dan yang tidak bisa disebutkan di sini satu persatu, yang telah memberikan kontribusinya kepada bangkitnya Sumbar dari keterpurukan pascabencana 2009. Hanya Allah Swt lah yang bisa memberikan balasan terbaik," kata Irwan.

Penilaian yang dilakukan Sindo berdasarkan akumulasi data, baik statistik kuantitatif maupun kualitatif dari seluruh daerah di Indonesia. Sindo juga turun ke lapangan untuk memverifikasi data yang masuk. Kemudian diadakan seleksi. Yang masuk 10 besar dipanggil untuk diwawancara dan kemudian diputuskan peraih penghargaannya yang diumumkan di Padang, Sumbar pada awal Agustus lalu.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak