alexametrics

Ibu yang Dianiaya Anak dalam Video Viral, Meninggal Dunia karena Sakit

loading...
Ibu yang Dianiaya Anak dalam Video Viral, Meninggal Dunia karena Sakit
Ibu yang dianiaya anak sendiri dalam video viral, Rusmini, meninggal dunia dunia di RSUD Soewandi akibat sakit komplikasi, Selasa 27 Agustus 2019. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
SURABAYA - Ibu yang dianiaya anak sendiri dalam video viral, Rusmini, meninggal dunia dunia di RSUD Soewandi akibat sakit komplikasi, Selasa 27 Agustus 2019. Jenazah telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel, Surabaya, Jawa Timur.

"Setelah pemakaman, kami melalui Bhabinkambtibmas Polsek Tegalsari, melakukan pendampingan terhadap anak yang sempat menjadi pelaku kekerasan seperti di video yang viral itu," kata Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy S A, Rabu (28/8/2019).

Sebelumnya, beredar di media sosial (medsos) video penganiayaan yang dilakukan anak lelaki (AN) ibu kandungnya sendiri. Dalam video berdurasi 39 detik tersebut, terlihat AN menendang wajah Rusmini, sang ibu, yang sedang tiduran.



Terkait video viral anak aniaya ibu, Rendy mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Tegalsari. Saat ini kasusnya sudah sudah berakhir damai. Sebelumnya, dilakukan mediasi antara AN dengan keluarganya serta perangkat kelurahan dan kecamatan.

“Itu masalah keluarga dan yang bersangkutan kesal karena dia minta uang tidak dituruti ibunya. Menurut pengakuan kakaknya, ibunya memang tidak punya uang untuk diberikan pada yang bersangkutan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, lanjut Rendy, tindakan itu (menendang wajah ibunya sendiri) dilakukan karena khilaf. Mirisnya lagi, kondisi ibu tersebut dalam keadaan sakit. “Sesuai permintaan keluarga, masalah ini hanya diselesaikan secara mediasi dan kekeluargaan. Ke depan, pelaku akan diawasi oleh Babinsa (Bintara Pembina Desa) setempat,” ujarnya.

Sementara itu, kakak kandung pelaku, N mengaku bahwa dia yang merekam video adiknya yang menendang kepala ibunya. Dia tidak menyangka video tersebut akan menjadi viral dan mendapat respons cepat dari pihak berwajib.

“Saya hanya ingin memberi efek jera. Saya kasihan pada ibu saya. Terima kasih pada pak polisi atas penanganannya yang cepat. Kalau tidak begitu tidak bakal jera,” ujarnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak