alexametrics

Warga di Inhil Riau Tewas Diterkam Harimau

loading...
Warga di Inhil Riau Tewas Diterkam Harimau
Seorang warga Inhil Riau tewas diterkam si raja hutan. Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
A+ A-
INDRAGIRI HILIR - Penyerangan harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumaterae) di wilayah Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau kembali terjadi. Seorang warga tewas diterkam si raja hutan.

Informasi yang dihimpun, korban yang belum diketahui identitasnya itu sedang mencari kayu bersama teman-temannya di sebuah hutan di Pelangiran. Saat itu tiba-tiba seekor harimau menyerang korban.

"Kasus penyerangan harimau itu ditangani oleh Polsek Pelangiran," kata Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot Sihombing, Senin (26/8/2019).



Informasi yang dihimpun korban tewas saat mencari kayu di hutan wilayah Pelangiran Kabupaten Inhil. Saat mencari kayu itu korban berjenis kelamin pria itu diserang harimau.

"Nanti bagaimana kronologis penyerangan dan identitasnya kita akan sampaikan. Sekarang kita lagi melakukan pendataan," imbuhnya.

Sebelumnya, pada 3 Januari 2018 seorang warga bernama Jumiati, karyawati PT THIP (Tabung Haji Indo Plantation) tewas diserang harimau di wilayah Plangiran. Saat kejadian, pekerja perusahaan sawit asal Malaysia sedang pengecek pohon sawit.

Kemudian pada 10 Maret 2018, harimau sumatera itu kembali menyerang warga bernama Yusri. Keduanya diterkam di bagian tengkuk. Diketahui yang menewaskan dua warga itu adalah harimau bernama Bonita.

Usai penyerangan dua warga, Bonita terus menebar teror dengan menyerang warga. Saat orang berhasil selamat setelah kabur masuk ke sungai. Satu warga lain mengalami luka cakaran.Belakangan petugas menangkap harimau betina dan merelokasinya Pusat Rehabilitasi wilayah Sumatera Barat. Belakangan, Bonita sudah dikembalikan ke alam liar.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak