alexametrics

PBNU Imbau Warga Nahdliyin Bangka Belitung Jaga Amaliah, Fikrah, dan Harokah

loading...
PBNU Imbau Warga Nahdliyin Bangka Belitung Jaga Amaliah, Fikrah, dan Harokah
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengeluarkan surat keputusan caretaker terhadap PWNU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Foto/SINDOnews/Arsan Mailanto
A+ A-
PANGKALPINANG - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengeluarkan surat keputusan caretaker terhadap Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Keputusan ini dilakukan untuk melindungi warga nahdliyin dan menjaga amaliah, fikrah dan harokah ahlussunnah wal jamaah an nahdliya di Bangka Belitung.

"Masyarakat Babel perlu mengetahui bahwa keputusan PBNU melakukan caretaker atas Kepengurusan Wilayah PWNU Babel merupakan langkah organisatoris berdasarkan AD/ART, untuk melindungi warga nahdliyin Bangka Belitung," ujar Ketua Caretaker PWNU Babel, KH Aizzudin Abdurrahman di Pangkalpinang, Minggu (25/8/2019).

Pasalnya sebagaimana diketahui bersama, lanjut Aizzudin lebih dari satu dekade ini ada ancaman serius terhadap ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari paham-paham radikal dan ekstrimisme.



"Ada pihak-pihak yang hendak memanipulasi memanfaatkan NU untuk menjalankan agenda dan gerakan-gerakan mereka, khususnya HTI dan sejenisnya di Bangka Belitung," tutur Cucu Pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang akrab disapa Gus Aiz.

Maka dari itu, PBNU mengimbau kepada warganya di Bangka Belitung agar cermat dan selalu waspada terhadap gerakan yang dapat merusak kerukunan dan tidak sesuai Pancasila.

"Saat ini sedang dilangsungkan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama yang dihadiri Instruktur dari PBNU dengan melibatkan PCNU, Pengasuh Pesantren se-Bangka Belitung," ucapnya.

Dalam pengumuman pembekuan PWNU Babel yang disandingkan dengan pernyataan sikap yang mengatasnamakan 5 PCNU. "Saya mengimbau kepada warga nahdliyin Babel untuk awas dan waspada atas gerakan-gerakan yang dapat merusak kesatuan berbangsa dan bernegara yang tidak sesuai dengan Pancasila, Kebhinekaan, NKRI dan UUD 45 khususnya di internal kepengurusan NU Babel," pungkas Gus Aiz.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak