alexametrics

Festival Wonderful Indonesia Hidupkan Ekonomi di Perbatasan RI-Timor Leste

loading...
Festival Wonderful Indonesia Hidupkan Ekonomi di Perbatasan RI-Timor Leste
Event Wonderful Indonesia menjadi ajang promosi pariwisata, peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan RI-Timor Leste. Foto/Sefnat Besie
A+ A-
KEFAMENANU - Kementerian Pariwisata terus menggelar berbagai event guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia khususnya di tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti PLBN Motaain di Kabupaten Belu, PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka dan PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Festival Wonderful Indonesia cross border Indonesia-Timor Leste yang digelar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini Kabupaten Timor Tengah Utara diharpa bisa menarik kunjungan wisman dari Timor Leste ke Indonesia. Adapun target kunjungan pada 2019 sebanyak 18 hingga 20 juta wisman.

Herbin Saragih, perwakilan dari Kementerian Pariwisata yang juga Kepala Sub Bidang Area 2 cross border Indonesia-Timor Leste menjelaskan, Kementerian Pariwisata menggunakan border ini sebagai salah satu alternatif untuk mendatangkan wisatawan. Border ini juga sebagai beranda terdepan antara Indonesia dengan Timor Leste yang diharapkan menjadi satu destinasi baru bagi daerah di NTT.



Kata dia, sebenarnya tujuan khusus wonderful Indonesia di wilayah NTT adalah adanya transaksi antara pengunjung ke Indonesia, sehingga ada peningkatan ekonomi masyarakat di perbatasan.

"Jadi di sela-sela kegiatan ini, akan terjadi transaksi antara wisman karena masyarakat membawa souvenir dari Atambua dan Kefa di PLBN ini. Mereka bisa membeli souvenir hasil kerajinan tangan warga setempat sebagai kenang-kenangan saat berkunjung ke Indonesia," kata Herbin Saragih, di PLBN Wini, Kecamatan Insana Utara, Minggu (25/08/2019).
Festival Wonderful Indonesia Hidupkan Ekonomi di Perbatasan RI-Timor Leste

Tujuan lain dari Wonderful Indonesia adalah sebagai ajang promosi pariwisata, peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu sebagai bentuk pendekatan persuasif untuk meningkatkan kerja sama melalui pentas budaya dan pameran.

Tampak di area PLBN Wini, banyak masyarakat membawa souvenir untuk dijual seperti tas ibu-ibu bermotif kain tenun ikat, gelang tangan, cincin dan kalung leher, hasil kerajinan masyarakat setempat yang indah dan menarik.

Selain Souvenir, masyarakat juga menjajakan kuliner, sembako, kerajinan, minuman, penukaran uang, dan lain-lain.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak