alexametrics

Gara-gara Rebutan Lahan, Petani Berkelahi hingga Tikam Tetangga

loading...
Gara-gara Rebutan Lahan, Petani Berkelahi hingga Tikam Tetangga
Diduga gara-gara rebutan lahan pertanian, seorang Petani, Liasta Barus (35) tega menghabisi nyawa tetangganya, Alek Ginting (46) setelah berkelahi. (Foto/Ilustrasi/SINDOnews)
A+ A-
DELISERDANG - Diduga gara-gara rebutan lahan pertanian, seorang Petani, Liasta Barus (35) tega menghabisi nyawa tetangganya, Alek Ginting (46) setelah berkelahi di Gubuk Persawahan Desa Liang Muda Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut).

Kasubag Humas Polres Deliserdang, Iptu Masfan Naibaho mengatakan tersangka pembunuhan terhadap tetangganya di kawasan Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deliserdang telah berhasil diamankan sejumlah warga yang selanjutnya diserahkan ke Polsek Tiga Juhar untuk ditindaklanjuti.

"Peristiwanya terjadi Minggu (18/8/2019) di Gubuk persawahan Kecamatan STM Hulu. Tersangka Liasta Barus sudah diserahkan keluarganya dan warga setelah diketahui melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap korban yang masih tetangganya," jelasnya kepada SINDOnews, Kamis (22/8/2019).



Berdasarkan pemeriksaan sementara, lanjut Iptu Naibaho, tersangka Liasta Barus mengaku bermula dari masalah pengelolaan lahan pertanian di kawasan Desa Liang Muda Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deliserdang.

"Telah dilakukan cek dan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang, Senin (19/8/2019) dan hasilnya disimpulkan sementara korban (Alek Ginting) mendatangi Gubuk pelaku, Liasta Barus di kawasan Desa Liang Muda, Kecamatan STM Hulu, Deliserdang. Korban menanyakan tentang masalah pengelolaan lahan pertanian, tapi terjadi keributan dan perkelahian yang menyebabkan korban meninggal dunia," terangnya.

Dijelaskannya, TKP berada di Perladangan Desa Liang Muda, tepatnya di dalam sebuah Gubuk tempat tinggal pelaku. TKP jauh dari rumah masyarakat, sehingga sewaktu kejadian tidak ada saksi yang melihat kejadian.

"Di seberang TKP terdapat sebuah Gubuk lainnya yang ditempati warga atas nama Teger Bangun (35), juga seorang petani. Tepatnya di seberang TKP, menerangkan sewaktu kejadian dia sudah tidur sehingga tidak mengetahui adanya kejadian pembunuhan tersebut," ungkap Naibaho.

Saat ini, sambung Naibaho telah dilakukan otopsi terhadap mayat korban di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan dengan hasil kesimpulan sementara, terdapat luka tusuk pada dagu, luka tusuk pada bagian rusuk sebelah kanan.

Kemudian luka tusuk pada iga rusuk sebelah kiri tembus dan mengenai usus, luka tusuk pada bagian bawah ketiak sebelah kiri tembus dan mengenai organ-organ tubuh meliputi diagfragma, pembungkus ginjal, lambung hingga mengakibatkan pendarahan yang banyak akibat benda tajam dan menyebabkan korban meninggal dunia.

"Jasad korban telah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan di Desa Dokan Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo. Dari tangan tersangka Liasta Barus, Polisi telah menyita satu bilah pisau belati panjang sekitar 25 cm, satu helai baju kaso warna putih noda darah, dan satu helai kain sarung motif garis-garis putih orange noda darah," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak