alexametrics

Disebut Sebagai Kandidat Mendagri, Ganjar Ngaku Fokus Urus Jawa Tengah

loading...
Disebut Sebagai Kandidat Mendagri, Ganjar Ngaku Fokus Urus Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto/iNewsTV/Taufik Budi
A+ A-
SEMARANG - Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tertulis dalam selebaran yang berisi daftar menteri Kabinet Kerja jilid II sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Selebaran bertulis Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden Dalam Kabinet Kerja Jilid II Periode 2019-2024 tersebut ramai diperbincangkan karena viral di media sosial.

Saat ditanya soal namanya yang tercantum dalam tentang selebaran itu, Ganjar menanggapi santai. Bahkan, dirinya mengatakan selebaran itu tidak perlu diributkan.

"Halah wong selebaran, Mendagri kui urusane presiden (Mendagri itu urusannya pak presiden), aku ngurusi Jawa Tengah wae (saya mengurusi Jawa Tengah saja). PR re jeh okeh banget (pekerjaan rumahnya masih banyak sekali)," ucap Ganjar di temui di ruang kerjanya, Rabu (21/8/2019).



Dia menegaskan akan fokus untuk menyelesaikan persoalan di Jawa Tengah. Terkait urusan menteri Kabinet Kerja jilid II, Ganjar berharap diisi oleh orang-orang yang lebih berpengalaman.

"Saya ngrampungi (menyelesaikan) di sini saja, biar nanti di sana diisi oleh orang yang punya pengalaman dan orang-orang hebat. Nah kami menerjemahkan di level daerah, supaya pak presiden memiliki kaki-kaki yang kuat untuk mengeksekusi pekerjaannya di daerah," tegasnya.

Disinggung sikapnya apabila memang ditugasi oleh partainya untuk mengisi jabatan menteri, Ganjar hanya tersenyum. "Halah ditugasi opo (ditugasi apa), wong tugase kene ya rung rampung kok (tugas di sini saja belum selesai). Gitu," ucapnya.

Beberapa waktu terakhir dunia maya digegerkan oleh selebaran bertulis nama-nama menteri pengisi Kabinet Kerja jilid II. Nama-nama seperti Susi Pudjiastuti, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menghiasi selebaran itu.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak