alexametrics

Bandar Narkoba yang Tewas, Masuk Target BNN Bengkulu

loading...
Bandar Narkoba yang Tewas, Masuk Target BNN Bengkulu
Kepala BNNP Bengkulu Brigjen Pol Agus Riansyah. iNews TV/Ismail Yogo Trianto
A+ A-
BENGKULU - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu Brigjen Pol Agus Riansyah menegaskan, bandar narkoba yang tewas, Tris (36), sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kurun waktu beberapa Tahun terakhir.

"Dia, Tris sudah lama menjadi target dan dia merupakan bandar yang cukup besar untuk ukuran di Kaur. Bahkan, ada pemakai dari Bengkulu juga meminta barang kepada dia," jelas Agus dalam keterangan persnya, Senin (19/8/2019).

Agus juga menyebut, Tris merupakan bandar yang aktif dan tidak pernah berhenti melakukan aktivitas peredaran narkoba di Kabupaten Kaur. "Ke mana-mana dia selalu bawa tas, isinya narkoba juga timbangan dan alat isab narkoba. Selain mengedar dia juga pemakai aktif narkoba," ungkapnya.



Saat ditangkap, BNN menyita sebanyak 12 paket sabu-sabu dan barang bukti lainnya. Agus juga menjelaskan, Tris, warga Desa Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, juga bekas jaringan dari terpidana narkoba, Kirmin.

Agus menjelaskan, Tris merupakan pemakai narkoba yang agresif terhadap petugas. Sebelum dilakukan penembakan, Agus mengatakan petugas sudah memberikan tembakan peringatan.

"Ada lima kali tembakan, dari mulai tembakan peringatan dan tembakan yang membuat almarhum meninggal dunia. Tindakan ini dilakukan petugas secara tegas dan terukur sesuai SOP," imbuhnya. (Baca juga; Diciduk BNN Bengkulu, Seorang Pria yang Diduga Bandar Narkoba Dikabarkan Meninggal)

Diberitakan sebelumnya, BNN Provinsi Bengkulu melakukan penangkapan terhadap Tris yang juga DPO BNN di kediamannya pada Minggu 18 Agustus 2019 dini hari. Dalam perjalanan ke Bengkulu, Tris melakukan perlawanan sehingga petugas bertindak tegas dengan menembaknya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak