alexametrics

SKK Migas dan Kementerian ESDM Jadi Inspektur Upacara di 48 Lapangan Hulu Migas

loading...
SKK Migas dan Kementerian ESDM Jadi Inspektur Upacara di 48 Lapangan Hulu Migas
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) setiap tahun selalu mengimbau seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menyelenggarakan upacara bendera. (Ist)
A+ A-
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) setiap tahun selalu mengimbau seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menyelenggarakan upacara bendera pada hari nasional di masing-masing kantor wilayah atau lapangan.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, pimpinan setingkat manajemen (eselon 1 dan 2) serta kepala divisi (eselon 3) di lingkungan SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertindak sebagai inspektur upacara di 48 lapangan hulu migas yang tersebar dari wilayah Barat hingga Timur Indonesia.

"Dua proyek yang telah mulai berproduksi (onstream) di semester satu tahun 2019 yaitu Terang Sirasun Batur Fase-2–KKKS Kangean Energy Indonesia dan Lapangan Seng–KKKS EMP Bentu Ltd. juga menjadi lokasi upacara yang dipimpin oleh pejabat SKK Migas," ujar Kepala Dividi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu prabawa Taher,



Dikatakan, pada semester satu tahun 2019, realisasi lifting migas mencapai 1 juta 808 ribu setara barel minyak per hari (boepd) atau 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan rincian lifting minyak 752 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 1,06 juta boepd.

"Target APBN sebesar 2 juta boepd diproyeksikan dapat tercapai di akhir tahun mengingat 9 dari 11 proyek akan onstream di semester 2 tahun 2019. Walau angka lifting migas belum mencapai target APBN namun pemanfaatan migas untuk kebutuhan dalam negeri terus meningkat," kata Wisnu.

Hingga semester pertama tahun 2019 lanjut Wisnu , hampir 90% lifting minyak bumi disalurkan ke kilang-kilang dalam negeri. Sedangkan lifting gas bumi telah disalurkan lebih dari 64% untuk kebutuhan domestik.

"Selain angka lifting, hal penting dalam kegiatan operasional hulu migas adalah ditandai dengan rendahnya angka kecelakaan kerja, melalui nilai Incident Rate (IR). Pencapaian incident rate sektor hulu migas pada tahun 2018 adalah sebesar 0,67 atau mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya sebesar 0,71 dari target yang dicanangkan SKK Migas sebesar 1," terangnya.

Dalam sambutan Menteri ESDM yang dibacakan inspektur upacara di seluruh lapangan hulu migas menyebutkan, 'Dalam perjalanan mengisi kemerdekaan di sektor energi dan sumber daya mineral, kita dihadapkan pada berbagai tantangan untuk mewujudkan semangat pasal 33 UUD’45 yaitu ‘sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’.

Berbagai tantangan tersebut, antara lain, eksplorasi dan produksi migas, untuk peningkatan penemuan cadangan baru dan reserve replacement ratio (RRR), keterbatasan infrastruktur, belum bergairahnya hilirisasi pertambangan dan belum optimalnya pemanfaatan energi baru terbarukan," sebut Wisnu.

Lebih jauh Wisnu menyebutkan, sebanyak 13 rencana pengembangan lapangan (POD) disetujui di semester 1 2019 dan memberikan potensi tambahan cadangan migas sebesar 132 juta setara barel minyak (MMboe).

"Jumlah tersebut secara akumulasi menghasilkan rasio penggantian cadangan (RRR) sebesar 23,85 persen dari target APBN 2019 sebesar 100 persen. Namun pada akhir tahun, RRR diperkirakan dapat mencapai lebih dari 39 persen, karena telah dtandatanganinya revisi PoD Lapangan Abadi Masela pada Juli 2019," bebernya.

Selaras dengan tema Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-74 ‘SDM Unggul, Indonesia Jaya’, tercatat pada tahun 2018, lebih dari 98 persen SDM yang bekerja di hulu migas merupakan tenaga kerja nasional. SKK Migas mengedepankan pengembangan tenaga kerja di Indonesia Timur.

"Salah satunya adalah dengan pelatihan magang teknisi Kilang LNG Tangguh dari anak-anak asli Papua Barat. Program tersebut merupakan upaya pemenuhan komitmen analisis dampak lingkungan KKKS BP Indonesia yang harus memenuhi target 85% pekerja Papua dan Papua Barat yang bekerja di Kilang LNG Tangguh pada tahun 2029," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak