alexametrics

UNS Catatkan Rekor Gerakan Moral Kebangsaan dengan Bahasa Isyarat Terbanyak

loading...
UNS Catatkan Rekor Gerakan Moral Kebangsaan dengan Bahasa Isyarat Terbanyak
Gelaran Student Vaganza pada penutup kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 2019 kembali menorehkan rekor baru. Foto/Istimewa
A+ A-
SOLO - Gelaran Student Vaganza pada penutup kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 2019 kembali menorehkan rekor baru.

Setelah pada tahun sebelumnya, Student Vaganza UNS memperoleh rekor Peragaan Semaphore sebagai bentuk dukungan untuk Kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asian Para Games 2018, kini UNS kembali mendapatkan rekor baru dalam peragaan bahasa isyarat.

Rekor peragaan bahasa isyarat yang dilakukan pada Student Vaganza UNS 2019 ini, diikuti oleh seluruh mahasiswa-mahasiswi baru UNS tahun 2019. Selain itu, segenap pimpinan universitas mulai dari Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho beserta para Wakil Rektor UNS turut memandu peserta Student Vaganza untuk memecahkan rekor ini dari atas panggung.



Dalam pemecahan rekor ini, UNS yang berkolaborasi dengan Gerak Cinta Merah Putih (GCMP) ingin mengajak mahasiswa-mahasiswi baru UNS agar menyatakan komitmennya terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua GCMP, Maria Arbanu mengatakan, peragaan bahasa isyarat ini merupakan salah satu cara dalam menanamkan semangat kebangsaan kepada para mahasiswa. Selain itu, Maria Arbanu juga berharap agar dalam Student Vaganza ini dapat menjadi ajang bagi mahasiswa-mahasiswi baru UNS dalam menyebarkan semangat kebangsaan kepada seluruh pemuda-pemudi di seluruh tanah air.

“Tujuan umum dari aksi ini yaitu untuk menanamkan dan menggelorakan semangat kebangsaan para mahasiswa, lalu mendeklarasikan penegakan ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika serta menyebarkan semangat kebangsaan kepada seluruh mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia,” ujar Maria Arbuna.

Tidak hanya untuk menyuarakan komitmen kesetiaan kepada Pancasila, UUD, 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, namun dengan pemecahan rekor ini UNS juga ingin menyuarakan bahwa kaum disabilitas juga berhak untuk mendapatkan kesetaraan, terutama dalam memperoleh hak pendidikan mereka.

“Jadi, kami ingin agar rekor bahasa isyarat ini bisa menjadi kesempatan buat UNS menyuarakan kesetaraan atas teman-teman kita penyandang disabilitas. UNS harus mewujudkan dirinya sebagai kampus yang mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif bagi mereka,” pungkas Faisal, Koordinator Tim Event PKKMB UNS 2019.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak