alexametrics

Lahan Diserobot, Pembangunan Pondok Tahfidz Quran di Pekanbaru Terbengkalai

loading...
Lahan Diserobot, Pembangunan Pondok Tahfidz Quran di Pekanbaru Terbengkalai
Niat keluarga tokoh Nahdatul Ulama (NU) Riau, Prof Mahdini berencana membangun pondok tahfidz Quran terkendala lahan karena diserobot pihak lain. Okezone/Banda Haruddin Tanjung
A+ A-
PEKANBARU - Pihak keluarga tokoh Nahdatul Ulama (NU) Riau, Prof Mahdini berencana membangun pondok tahfidz Quran. Namun niat tersebut belum terlaksana karena lahan yang akan dibangun untuk pondok penghafal alquran diduga diserobot pihak lain.

"Lahan kita itu diserobat orang. Luasan lahan yang akan dibangun pondok tahfidz adalah 5.000 meter persegi," kata istri Prof Mahdini, Hefni Yulia Jumat (16/8/2019). Sebidang tanah itu berada di Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kota Pekanbaru.

Dia mengatakan, suaminya memang sudah lama ingin membangun pondok tahfidz. Namun sebelum cita cita almarhum Prof Mahdini membangun pondok untuk anak-anak agar bisa menghapal alquran belum terwujud.



"Almarhum sangat senang melihat anak anak mengaji dan menghafal alquran. Makanya dia ingin sekali membuat pondok tahfidz. Kita sebagai pihak keluarga ingin melanjutkan keinginan almarhum," imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa almarhum sudah lama mengimpikan pondok tahfidz di Pekanbaru. Almarhum yang semasa hidup pernah menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau Periode 2009-2014 membeli tanah seluas 5.000 meter itu dibeli secara bertahap.

"Namun tidak lama membeli tanah itu, kondisi kesehatan beliau saat itu menurun. Kita keluarga saat itu fokus untuk mengurus beliau. Setelah almarhum wafat pada Mei 2019, kita baru fokus lagi untuk membangun pondok tahfizh itu lagi," imbuh wanita yang berdinas di Kanwil Kementerian Agama Riau.

Sementara itu, kuasa hukum pihak keluarga, Heriyanto mengatakan, lahan milik kliennya sudah berdiri tiga unit ruko , satu rumah tempat tinggal dan ada rencana pembangunan perumahan. "Di sana juga dipasang pelang akan dibangun perumahan. Sudah ada mediasi tapi selalu gagal," imbuhnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak