alexametrics

Cerita Pagi

Kisah Perjalanan Bung Karno ke Gua Selarong

loading...
Kisah Perjalanan Bung Karno ke Gua Selarong
Gua Selarong. Foto/Dok SINDOnews
A+ A-
Gua Selarong di Dusun Kembangputih, Kecamatan Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai tempat beristirahat Pangeran Diponegoro. Sejak dahulu, Gua Selarong menjadi lokasi yang dikunjungi banyak orang, termasuk Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno.

Dikisahkan, Soetardjo Kartohadikoesomo yang kala itu menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) berulang kali menganjurkan kepada Bung Karno dan Ibu Fatmawati untuk berkunjung ke desa untuk mempererat hubungan dengan rakyat yang dipimpinnya. Untuk diketahui, Soetardjo menjadi ketua DPA periode 1948-1950.

Dia pun menyarankan agar saat berkunjung ke desa tak perlu dikawal tentara atau polisi negara. Cukup istri saja yang mengawal. Bung Karno dan Ibu Fatmawati akhirnya memenuhi saran itu. Maka, berangkatlah Bung Karno dan istri serta Soetardjo dan istri ke Kabupaten Bantul, DIY.



Kala itu, Bung Karno ternyata juga ingin berziarah ke pertapaan Pangeran Diponegoro di Gua Selarong. Begitu rombongan yang menggunakan empat mobil tiba di tengah-tengah desa dan tersebar bahwa Bung Karno datang, berbondong-bondonglah rakyat ke lokasi tersebut. "Ini Bung Karno, Kepala Negara kita dengan istrinya," begitu kata Soetardjo.

Bung Karno dan Ibu Fatmawati pun begitu gembira dan segera mendekati warga desa yang dikunjunginya itu.Setelah itu, Bung Karno dan rombongan menuju Gua Selarong. Pamong desa yang hadir diminta oleh Soetardjo menjadi penunjuk jalan. Dengan menyeberangi sungai yang airnya tidak dalam, rombongan Bung Karno menuju Gua Selarong. Hingga siang hari mereka berada di sana.

Kemudian, dengan diiringi warga desa, Bung Karno kembali turun ke lokasi mobil diparkir. Rombongan Bung Karno pun kembali ke Yogyakarta. Kepada Soetardjo, Bung Karno menyebut sangat terkesan dengan sambutan yang diberikan warga desa tersebut.

Sumber:
1. Setiadi Kartohadikusumo, Soetardjo: Pembuat "Petisi Soetardjo" dan Perjuangannya. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak