alexametrics

Gubernur NTB Gaet Investor Korea, Bangun Galangan Kapal Terbesar di Dunia

loading...
Gubernur NTB Gaet Investor Korea, Bangun Galangan Kapal Terbesar di Dunia
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah (kiri) dan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (kanan) usai menandatangai nota kesepahaman proyek Global Hub Bandar Bandar Kayangan di Korean Barbeque, Minggu (4/7/2019). Foto/Ist
A+ A-
MATARAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi bekerja sama dengan PT Diamar Mitra Kayangan (DMK) dan Sungdong Group dalam pembangunan Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan antara Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Direktur Utama PT DMK, Soni Diamar, Direktur Utama Sungdong Group, Yung Hong Yun dan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar di Restaurant YONGDAERI Korean Barbeque, Minggu (4/7/2019).

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengucapkan rasa syukurnya atas kerja sama tersebut. "Saya disini mewakili masyarakat NTB berterima kasih kepada PT DMK dan Sungdong Group karena telah memilih NTB sebagai lokasi investasi," kata Zulkieflimansyah dalam keterangan persnya, Senin (5/8/2019).

Global Hub Bandar Kayangan akan membangun industri galangan kapal terbesar di dunia dengan kawasan bisnis lain yang teringerasi. Selat Lombok adalah lokasi yang strategis, yaitu berada di ALKI 2 (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang bahkan lebih strategis dari Selat Malaka.
Sayangnya, kata Zulkieflimansyah, belum ada pelabuhan internasional yang bisa mendukung transportasi laut di daerah Selat Lombok. Saat ini sekitar 90% export impor harus melalui Sigapura, karena kapal yang dimiliki Indonesia terlalu kecil jadi tidak efisien untuk perjalanan jarak jauh.



Selain itu hampir seluruh pelabuhan di Indonesia dangkal sehingga tidak mampu melayani kapal panmax yang memiliki panjang 300-500 meter. Dengan adanya Global Hub Bandar Kayangan ini maka Lombok akan menjadi poros maritim baru bagi dunia.

Zulkieflimansyah menambahkan Global Hub Kayangan akan menjadi kawasan industri modern. "Pada proyek tersebut, akan dibangun kawasan industri galangan kapal terbesar di dunia dengan luas lebih dari 1.000 Hektare, pelabuhan internasional untuk kapal ukuran panamax (extra large), kilang minyak dengan kapasitas 50.000 barel/hari, pengolahan minyak, pembangunan pembangkit listrik hingga 900 MW. Global Hub Kayangan pun akan mejadi kota mandiri yang akan mendukung kawasan industri tersebut.

Direktur PT DMK, Soni Diamar menyebutkan proyek ini legal dan sudah mulai dilaksanakan. "Kami sudah mendapatkan izin lokasi dari kementerian Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk areal seluas 7.000 hektare dan didukung oleh PP No 13 Tahun 2017 yang menetatapkan Bandar Kayanagn sebagai Kawasan Andalan Nasional.
Rencana pembangunan mega proyek Global Hub masih sedang dalam tahap pembebasan lahan. Kami memiliki kawasan dengan luas 7.000 hektare dan akan dibebaskan secara bertahap selama minimal 5 tahun."Kami adalah melakukan pembebasan lahan dengan perkiraan antara 1.500 hektare sampai 2.000 hektare per tahun. Proses pembebasan lahan masyarakat sekitar 1.500 hektare sudah dimulai pada akhir April 2019 lalu," ujar Soni.

Soni menjelaskan, tahap awal dari proyek ini adalah pembangunan infrastuktur. "Setelah pembebasan lahan tahun ini selesai, maka kami akan memulai penyediaan infrastruktur jalan, air, listrik dan akses menuju pelabuhan. Pembebasan lahan dan pembangunan Global Hub Bandar Kayangan akan memakan waktu antara 4 sampai 5 tahun," ungkap Soni.

Associate Director for Business Development and Investment PT Diamar Mitra Kayangan, Victor Adiguna berterima kasih atas dukungan pemerintah NTB. "Saya berterima kasih karena kerjasama antara DMK dan Sungdong ini didukung penuh oleh pemerintah NTB. Kerja sama ini bertujuan untuk membangun industri kapal tercanggih dan terbesar di dunia," paparnya.

Sungdong bersedia memberikan investasi 1 Milyar USD atau sekitar Rp14 trilyun. Tidak hanya investasi berupa uang, Sungdong pun akan memindahkan teknologinya menjadi milik bangsa Indonesia.

"Kami akan melakukan seleksi pada 300 orang terbaik untuk mengikuti pelatihan di Korea Selatan selama beberapa tahun lalu kembali ke Indonesia untuk mengelola proyek ini, rencananya proyek ini akan menyerap hingga 300 ribu tenaga kerja," pungkas Victor.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak