alexametrics

Sebelum Terseret Arus Sungai, Alim Maksum Lambaikan Tangan Minta Tolong

loading...
Sebelum Terseret Arus Sungai, Alim Maksum Lambaikan Tangan Minta Tolong
Tim Rescue Pos SAR Marisa Gorontalo saat mengevakuasi jasad Alim Maksum yang terseret arus sungai di Desa Olimohulo, Asparaga, Gorontalo, Sabtu (4/8/2019). Foto/iNews TV/Sabrin Maku
A+ A-
GORONTALO - Alim Maksum (18) sempat melambaikan tangan meminta tolong kepada warga di pesisir sungai sebelum terseret air sungai Desa Olimohulo, Asparaga, Gorontalo.

Sayang, isyarat itu tidak menarik perhatian warga. Sehingga Kamis (1/8/9) sekitar pukul 15.00 WITA, korban pun terbawa arus sungai dan dinyatakan hilang semala dua hari.

Kepala Search And Rescue (SAR) Provinsi Gorontalo Jefri Mewo mengatakan, korban ditemukan tim Rescue Pos SAR Marisa dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Sabtu (3/8/9) oleh .



Posisi penemuan korban, tidak jauh dari lokasi kejadian awal, yakni sekitar 500 meter dari tempat tenggelam.

Informasi kejadian orang hanyut ini diterima SAR Gorontalo, Jumat (2/8/9) pagi sekitar pukul 10.00 WITA, melalui telepon selular dari aparat desa setempat.

"Dari pengakuan keluarga korban kepada tim Rescue Pos SAR Marisa Provinsi Gorontalo, kronologi kejadian ini bermula saat korban tengah asik memancing ikan di sekitar sungai," ujar Jefri.

Tiba-tiba korban sudah terjatuh ke dalam air sungai, dan sempat melambaikan tangan meminta pertolongan warga.

Korban kemudian hanyut terbawa arus sungai. "Mengetahui korban sudah hanyut, warga setempat pun melakukan pencarian, sayang tidak tidak berhasil," lanjutnya.

Sehingga Jumat (2/8/9) pihak keluarga dan masyarakat meminta aparat desa, menghubungi tim Rescue Pos SAR Marisa Provinsi Gorontalo untuk membantu melakukan pencarian jasad korban.

Begitu ditemukan, jasad korban langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat, dan dibawa dari tengah sungai menuju daratan dengan menggunakan tali yang dibantu oleh nelayan setempat.

"Pesan kami kepada masyarakat untuk terus waspada dalam melakukan aktivitas. Sekalipun sudah merasa aman tetapi tetap harus berpikir kritis tentang aktivitas yang akan dijalani. Karena setiap aktivitas itu memiliki risiko yang berbeda-beda, seperti kejadian yang dialami korban," tandasnya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak