alexametrics

BNPB: 6 Meninggal Akibat Gempa Pandeglang 6,9 SR

loading...
BNPB: 6 Meninggal Akibat Gempa Pandeglang 6,9 SR
Pelaksana harian (Plh) Kapusdatinmas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Agus Wibowo memberikan keterangan terkait gempa bumi yang terjadi di Sumur, Pandeglang, Banten 6.9 Magnitudo di kantor BNPB Jakarta. Foto/KORAN SINDO/EKO PURWANTO
A+ A-
JAKARTA - Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dampak gempa bumi Pandeglang 6,9 skala richter (SR) menyebabkan 6 warga meninggal dunia dan 3 orang luka-luka.

"Di Kabupaten Pandeglang, korban meninggal dunia 1 orang atas anam Sain (40), luka-luka 2 orang, dan tak ada pengungsi," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Pusdatinmas BNPB, Agus Wibowo, Minggu (4/8/2019).

Sedangkan di Kabupaten Lebak korban meninggal dunia ada tiga orang, yakni Rasinah (48), Salam (95), dan Icha (65). Korban terdampak gempa mencapai 12 KK, namun tidak ada pengungsi.



"Sementara di Kabupaten Sukabumi korban meninggal dunia 2 orang, yakni H Ajay (58) dan Ruyani (35), korban lula-luka 1 orang, korban terdampak 114 KK/392 jiwa. Sebanyak 19 jiwa mengungsi ke rumah kerabat," ujar Agus.

Di Kabupaten Bogor, korban terdampak mencapai 45 KK/87 jiwa, yang mengungsi 4 KK/14 jiwa kerumah kerabat.

Sedangkan di Provinsi Lampung, jumlah pengungsi sekitar 1.000 orang. Namun saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.

Dia menjelaskan bahwa total korban terdampak gempa yang terjadi pada Jumat, 2 Agustus 2019, Pkl. 19.03.21 WIB itu mencapai sekitar 136 kepala keluarga (KK), 33 jiwa mengungsi ke rumah kerabat/saudara.

Agus memaparkan bahwa untuk kerugian materil yakni 13 unit rumah rusak berat, 50 unit rumah rusak sedang, 408 unit rumah rusak ringan, 1 unit bangunan penggilingan padi rusak ringan, 19 unit sarana pendidikan rusak ringan, 1 unit kantor desa rusak ringan, dan 13 masjid rusak ringan.

Kebutuhan mendesak yakni 8 unit EWS gempa tsunami, di mana alat yang dimiliki BNPB di Kabupaten Sukabumi telah rusak dan tidak berfungsi. Selain itu BPBD Kab Sukabumi kekurangan tenda, makanan siap saji, tenda gulung.

Sedangkan kendala di lapangan, jaringan komunikasi di Kabupaten Sukabumi sulit dan frekuensi repeater EWS tidak optimal. "Perlu diperkuat mitigasi dan peralatan EWS gempa tsunami," ujarnya.

BNPB, kata Agus, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, Kabupaten/Kota sampai saat ini masih menangani dampak gempa. Bahkan, Kepala BNPB Doni Monardo juga memantau langsung ke lokasi gempa pada Sabtu (3/8/2019).

"Tim TRC BNPB telah sampai di lokasi terdampak Gempa di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Serang guna melakukan kaji cepat," tuturnya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak