alexametrics

Kurangi Korban Jiwa Akibat Gempa dan Tsunami, BNPB Kebut Program Destana

loading...
Kurangi Korban Jiwa Akibat Gempa dan Tsunami, BNPB Kebut Program Destana
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo di Lobi Kantor BNPB, Sabtu (3/8/2019). SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A+ A-
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan terus mengerjakan program ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk mengurangi korban jiwa akibat bencana gempa dan tsunami yang kerap melanda pantai selatan Jawa. Program ini mulai dilaksanakan dari tanggal 1 sampai 12 Agustus 2019.

Ekspedisi Destana merupakan bentuk nyata upaya mitigasi untuk serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, dengan melakukan upaya penyadaran dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, upaya BNPB dalam menghadapi bencana yakni mengantisipasi dengan cara mensosialisasikan ke masyarakat yang tinggal di pinggir pantai.



"Kita melakukan pemahaman bagi masyarakat agar bagaimana caranya menghapadi bencana, seperti apa langkah yang harus dilakukan saat bencana datang dan kita memberi tahu juga potensi bencananya," ujar Agus Wibowo saat konfrensi pers di lobi Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (3/8/2019).

Selain itu Agus juga menyoroti langkah masyarakat ketika menghadapi bencana gempa bumi yang terjadi semalam di sebelah barat daya Sumur Banten. Menurut dia apa yang dilakukan masyarakat sudah sesuai dengan apa yang selama ini disosialisasikan BNPB.

"Respon masyarakat cukup bagus, ketika ada gempa langsung keluar, ini sesuai dengan prosedur penyelamatan bencana," ungkapnya.

Meski demikian, Agus menuturkan, BNPB tetap akan mengedukasi masyarakat, terutama dalam hal membangun permukiman yang tahan akan gempa. Sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang diakibatkan dari robohnya bangunan. "Masyarakat perlu waspada, jika bangunannya kurang kuat maka segera perbaiki," tuturnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak