alexametrics

Pascabentrok, Polisi Bekuk 17 Orang dan Amankan Lokasi Penyerangan

loading...
Pascabentrok, Polisi Bekuk 17 Orang dan Amankan Lokasi Penyerangan
Salah satu anggota yang menjadi korban luka penyerangan oleh massa yang brutal di Empat Lawang. Foto/Istimewa
A+ A-
EMPAT LAWANG - Belasan orang diamankan berikut sejumlah senpira dan Sajam pascabentrok antara sekelompok massa dan polisi di dua lokasi di Empat Lawang, Sumatera Selatan Rabu (31/7/2019) sore dan malam.

"Saat ini sudah 3 pelaku diamankan dari lokasi. Termasuk juga masyarakat yang ikut menyerang ada 2 orang dan pelaku penyerangan rumah sakit 11 orang," ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (1/8/2019).

Selain mengamankan para pelaku, polisi turut mengamankan 2 pucuk senjata api rakitan dan senjata tajam. Seluruhnya itu didapat dari massa yang berusaha untuk menyerang polisi.



"Senjata api 2 pucuk, senjata tajam ada 15 diamankan di lokasi. Sementara dari massa juga ada yang kena luka tembak dan sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Supriadi.

Supriadi menyebut penyerangan terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di Ulu Musi dan di RSUD Tebing Tinggi. Serangan di rumah sakit dilakukan oleh sekelompok massa yang diperkirakan berjumlah 50-70 orang.

Massa menyerang rumah sakit karena tahu ada anggota dan 2 palaku dirawat di rumah sakit tersebut. Massa secara brutal menyerang polisi yang berjaga di rumah sakit.

"Anggota yang jaga di rumah sakit juga mereka serang. Diduga kuat mereka ini terprovokasi pelaku pengancaman dan akan diamankan. Untuk anggota total 4 orang mengalami luka, sudah dirujuk ke rumah sakit Lubuklinggau," katanya.

Terakhir, Supriadi menyebut kondisi saat ini sudah kondusif. Beberapa tokoh yang ada di Empat Lawang sudah turun untuk menenangkan kondisi di lapangan.

"Sudah mulai kondusif, pengamanan kan sudah diperketat. Pergeseran personil dari polres-polres terdekat dan Brimob sudah dilakukan," katanya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak