alexametrics

Jelajah Sungai Musi Tantang Nyali Penggiat Alam Bebas

loading...
Jelajah Sungai Musi Tantang Nyali Penggiat Alam Bebas
Panitia Lomba Jelajah Sungai Musi Tingkat Nasional didampingi Purek III UMP Muchtarudin Muchsiri dan Pudek III FP UMP Sutarmo Iskandar beraudiensi dengan Bupati Banyuasin Askolani (lima kiri), Rabu (31/7/2019). Foto/Ist
A+ A-
BANYUASIN - Mahasiswa pencinta alam (Mapala), Siswa Pencinta alam (Sispala) maupun penggiat alam bebas lainnya nyalinya kini ditantang di Lomba Jelajah Sungai Musi (LJSM) Tingkat Nasional II.

Lomba Jelajah Sungai Musi yang digagas Generasi Mahasiswa Persudaraan Alam dan Lingkungan Hidup (Gema Persada LH) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang (FP UMP) ini, merupakan kegiatan outdoor petualangan, olahraga alam bebas dan pengetahuan umum.

Kegiatan ini berbentuk kejuaraan dengan cara menelusuri sepanjang aliran Sungai Musi yang penuh dengan berbagai rintangan dan tentunya memacu adrenalin para penjelajah.



Selain medan sungai, rute yang ditempuh berupa hutan, rawa, semak belukar, perkebunan dan juga perdesaan yang berada disepanjang jalur Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi.

"Saya mengingatkan panitia dan peserta nantinya, untuk benar-benar memperhatikan keselamatan. Jangan lupa gunakan alat pengaman selama kegiatan berlangsung sesuai prosedur berlaku," kata Bupati Banyuasin Askolani saat menerima audiensi panitia LJSM II di kantornya, Rabu (31/7/2019).

Dalam audiensi tersebut, Bupati Askolani juga menyatakan dukungannya dengan kegiatan tersebut.

Dia berjanji menyediakan perlengkapan serta sarana penunjang lainnya yang dibutuhkan demi suksesnya kegiatan, yang direncanakan berlangsung 7-9 November mendatang.

Ketua Panitia Adi Saputra menyampaikan, seluruh peserta lomba diwajibkan untuk melengkapi diri dengan membawa perlengkapan atau peralatan alam bebas yang tepat guna dan aman

Perlengkapan dan peralatan itu sewaktu-waktu perlu digunakan di sepanjang jalur atau rute yang dilintasi.

Panitia juga menyiapkan sejumlah posko yang telah didesain sedemikian rupa serta disurvey dengan sangat teliti oleh tim survey berpengalaman, yang sudah memahami betul rute dan karakteristik Sungai Musi.

"Ini kegiatan kedua yang kami selenggarakan. Sebelumnya kegiatan ini sudah pernah dilakukan pada 2004 silam. Tahun ini, titik start berlokasi di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin dan finish di Kampus A Universitas Muhammadiyah Palembang," kata Adi.

Selain LJSM, lanjut Adi, Gema Persada LH sudah beberapa kali menyelenggarakan kegiatan yang tema dan lokasinya di Sungai Musi.

Kegiatan itu di antaranya, Ekspedisi Musi River, Operasi Musi Bersih, Seminar Sungai Musi, Ekspedisi Musi River Peduli, dan terakhir Ekspedisi Musi Kibar Bendera Asian Games.

Bahkan, organisasi mereka juga rutin terlibat dalam kegiatan terkait Sungai Musi yang dilakukan pemerintah daerah maupun pihak swasta.

Semua kegiatan yang dilakukan, papar Adi, menjadi sebuah sarana untuk mengidentifikasi data dari berbagai persoalan di sepanjang DAS Musi

Di antaranya flora-fauna, pencemaran lingkungan, sosial, budaya, kemasyarakatan dan potensi-potensi lainnya yang dapat dikembangkan dengan baik sehingga menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat sepanjang bantaran Sungai Musi.

"Ini juga sekaligus membantu pemerintah mengatasi permasalahan-permasalahan yang terdapat di DAS Musi, sehingga permasalahan tersebut dapat dikelola bersama-sama dan menciptakan berbagai solusi serta ide-ide baru yang mencakup pengelolaan berikut kelestarian DAS Musi itu sendiri," pungkas Adi.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak