alexametrics

Wali Kota Jambi Ekspose Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan RI

loading...
Wali Kota Jambi Ekspose Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan RI
Seakan tiada hari tanpa prestasi. Kalimat ini memang pantas disandangkan pada sosok inspiratif Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Baru saja dinobatkan sebagai tokoh nasional peduli lansia, kini Syarif Fasha kembali ukir prestasi.
A+ A-
JAKARTA - Seakan tiada hari tanpa prestasi. Kalimat ini memang pantas disandangkan pada sosok inspiratif Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Baru saja dinobatkan sebagai tokoh nasional peduli lansia, kini Syarif Fasha kembali ukir prestasi.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha, mendapat kehormatan sebagai kepala daerah terpilih Calon Penerima Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia 2019.

Wali Kota Jambi dua periode itu diundang Sekretaris Militer (Sesmil) Presiden Republik Indonesia karena dinilai memenuhi kriteria sebagai salah satu calon penerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia berdasarkan surat nomor R-886 /Sesmilpres/GT.02.OO/07/2019 tanggal 16 Juli 2019.



Syarif Fasha juga sekaligus menjadi satu-satunya unsur kepala daerah terpilih sebagai calon penerima penghargaan tersebut dari 22 nominasi dari lembaga lain.

Oleh karenanya, calon penerima penghargaan yang akan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia pada saat perayaan Kemerdekaan RI ke 74 di Istana yang akan datang itu, harus menyampaikan presentasinya dihadapan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) Republik Indonesia yang terdiri dari Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Prof Jimly Asshiddiqie, Prof Azyumardi Azra, M.Phil, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Pudjiatno, Nur Hassan Wirajuda, Prof Kuntoro Mangkusubroto serta Prof Meulia farida Hatta Swasono.

Sebagai calon penerima penghargaan itu, Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai lembaga pengusul dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha menyampaikan presentasinya dalam sidang Dewan GTK RI yang berlangsung di ruang rapat Palapa, Gedung Jenderal Sudirman Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis siang (18/7/2019).

Wali Kota Jambi dengan slogan Jambi Terkini itu, diusulkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia atas upaya, pengorbanan, komitmen dan jasa-jasanya di bidang peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat di Kota Jambi.

Sebelumnya Syarif Fasha juga telah mengikuti serangkaian seleksi ditingkat Kementerian Sosial RI, yang kemudian dinyatakan lulus untuk mengikuti seleksi terakhir dan maju pada tahap ekspose dihadapan Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan RI tersebut.

Usai presentasi diahadapan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, di Kementerian Pertahanan RI, Fasha menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat atas penetapan dirinya sebagai calon penerima penghargaan tersebut.
“Kami sampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat, ini adalah bentuk apresiasi yang sangat berharga bagi kami dari pemerintah, dan kehormatan ini juga sejatinya adalah milik semua warga Kota Jambi,” ujar Fasha.

Fasha juga mengatakan, apresiasi itu akan menjadi motivasi bagi dirinya dan jajaran untuk terus berkarya membangun Kota Jambi. “Kehormatan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya membangun Kota Jambi. Dari Jambi untuk Indonesia,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, minggu lalu (10/7), Wali Kota Jambi Syarif Fasha baru saja dinobatkan sebagai Tokoh Nasional Peduli Lansia. Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2019 yang berlangsung di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung.

Program dan kebijakan Wali Kota Syarif Fasha terhadap kelompok lanjut usia di Kota Jambi mendapat apresiasi pemerintah pusat. Syarif Fasha dinilai layak menyandang sebagai Tokoh Nasional Peduli Lansia tersebut, setelah sebelumnya dilakukan penilaian yang sangat panjang dan ketat oleh Tim Nasional Pemberi Penghargaan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak