alexametrics

4 Kali Semburkan Awan Panas, BPPTKG Nyatakan Merapi Masih Aman Dikunjungi

loading...
4 Kali Semburkan Awan Panas, BPPTKG Nyatakan Merapi Masih Aman Dikunjungi
Gunung Merapi dilihat dari pos pengamatan Jrakah beberapa hari lalu. Foto/Dok Twitter@BPPTKG
A+ A-
YOGYAKARTA - Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Dalam sehari awan panas guguran atau dikenal dengan sebutan wedus gembel sampai empat kali.

Kendati demikian belum perubahan status Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum menyatakan perubahan status atau masih tetap waspada. Awan panas guguran yang terjadi pada Minggu, 14 Juli 2019 kemarin, masing-masing terjadi pada pukul 10.27 WIB, selama 112 detik dengan jarak luncur 1100 meter.

Kemudian pukul 18.01 WIB, Merapi kembali memuntahkan awan panas sejauh 1.000 meter. Selang beberapa menit, yaitu pukul 18.11 WIB dengan jarak luncur awan panas 1.000 meter.



"Malam hari pada pukul 23.53 WIB awan panas guguran kembali terjadi dengan jarak luncur mencapai 950 meter," ungkap Kepala BPPTKG, Hanik Humaida kepada SINDOnews pada Senin (15/7/2019).

Hanik menjelaskan, awan panas terekam seismogram dengan amplitudo 50 mm, durasi 95 detik dan jarak luncur 950 meter ke arah hulu Kali Gendol.
Selain awan panas, dalam 24 jam pada hari Minggu kemarin Merapi juga mengeluarkan 19 lava pijar.

Hanik mengungkapkan, dengan banyaknya lava pijar dan awan panas guguran, menjadikan volume magma tetap stabil. "Kita amati kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone pada 4 Juli 2019 sebesar 475.000 m3. Volume ini relatif tetap sejak Januari lalu," katanya.

Untuk itu, dia berharap masyarakat tetap tenang. Ini lantaran belum ada perubahan atau pergerakan magma yang tinggi sehingga sekitar Merapi masih aman dikunjungi."Jarak aman masih lebih dari 3 km," ujarnya.

Dengan adanya awan panas tersebut ada kemungkinan menimbulkan hujan abu. Untuk itu, masyarakat diminta antisipasi potensi hujan abu yang mungkin terjadi dengan persediaan masker.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak