alexametrics

Gubernur Kalteng Upayakan Penanggulangan Dini Dalam Mengatasi Karhutla

loading...
Gubernur Kalteng Upayakan Penanggulangan Dini Dalam Mengatasi Karhutla
Kalimantan Tengah memiliki risiko bencana lain yang sudah kita ketahui bersama yaitu bencana kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan asap. Sebab memiliki ke khasan dari wilayah Kalimantan Tengah yang memiliki karakteristik pembentuk tanah yang bergam
A+ A-
PALANGKARAYA - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Tengah memiliki alam yang relatif aman dari bencana. Sebab Kalteng tidak memiliki gunung berapi seperti di provinsi lain.

"Meski masuk area yang aman dari bencana, Kalimantan Tengah memiliki risiko bencana lain yang sudah kita ketahui bersama yaitu bencana kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan asap. Sebab memiliki ke khasan dari wilayah Kalimantan Tengah yang memiliki karakteristik pembentuk tanah yang bergambut," ucap Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten II Setda Nurul Edy, Jumat (12/7/2019).

Hal ini disampaikannya saat rapat pembekalan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah 2019 di Ballroom Aquarius Bontique Hotel Lt 3, Jalan Imam Bonjol.



"Kita tidak ingin kebakaran hutan dan lahan yang berakibat asap yang melanda di beberapa wilayah pada waktu yang lalu menjadi agenda rutin yang selalu dimaklumi terjadi di Bumi Tambun Bungai ini," ujarnya.

"Kita turut prihatin apabila potensi polusi asap selalu menjadi sorotan atau perhatian nasional. Bahkan dunia internasional karena belum maksimalnya sinergitas tiga pilar penyelenggara penanggulangan bencana, yaitu pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha mulai dari pra bencana, saat terjadi bencana, hingga pasca bencana," imbuhnya.

Ia mengatakan, menyikapi terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Kalimantan Tengah yang seakan menjadi agenda rutin, maka upaya penanggulangan lebih dini menjadi lebih penting untuk dilakukan.

“Apabila kita percaya bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati, atau dapat diartikan mencegah lebih baik daripada menanggulangi, dengan meningkatkan investasi pada saat pra bencana yaitu pada saat tidak terjadi bencana atau saat terdapat potensi bencana," tuturnya.
(alf)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak