alexametrics

Depresi, Motif Pria Mengamuk di Gereja Santo Yoseph Denpasar

loading...
Depresi, Motif Pria Mengamuk di Gereja Santo Yoseph Denpasar
Polisi saat mengamankan ADB seusai mengamuk di Gereja Katolik Santo Yoseph, Denpasar, Bali, Selasa (9/7/2019). Foto/Instagram Satlantas Polresta Denpasar
A+ A-
DENPASAR - Polisi menduga adanya motif depresi yang melatarbelakangi seorang pria mengamuk dan melakukan pengerusakan di Gereja Katolik Santo Yoseph, Denpasar, Bali.

"Dugaan sementara depresi. Kita masih lakukan pemeriksaan mendalam," kata Kapolsek Denpasar Timur Kompol Nyoman Karang Adiputra ketika dihubungi, Selasa (9/7/2019).

Pemeriksaan lanjutan itu salah satunya dengan memeriksa kejiwaan pelaku berinisial ABD (50). Hal itu guna memastikan apakah pelaku benar-benar depresi, termasuk penyebabnya. (Baca juga: Seorang Pria Mengamuk di Gereja Santo Yoseph Denpasar)



Adiputra menjelaskan, sebelum mengamuk dan merusak properti gereja, pelaku sempat berdoa sambil menangis. Saat itulah, istri ABD berusaha menenangkan dengan cara memeluk pelaku.

Namun tanpa diduga, pelaku malah membanting istrinya ke lantai. Dari keterangan sejumlah saksi, Adiputra mengatakan pelaku sudah sering datang ke gereja bersama keluarganya untuk beribadah.

"Pelaku belum kita tahan. Kita pastikan dulu motifnya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, ABD mengamuk dan merusak sejumlah properti di Gereja Katolik Santo Yoseph Denpasar sekitar pukul 08.30 Wita.

Dia akhirnya diamankan polisi yang kebetulan melintas di depan gereja. Akibat peristiwa itu, sejumlah properti gereja di Jalan Kepundung Denpasar itu rusak, seperti ornamen patung di sekitar altar, kaca jendela, almari penyimpanan alkitab, dan pot bunga.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak