alexametrics

Peringati Mitigasi Bencana, 60.000 Bibit Mangrove Ditanam di Manado

loading...
Peringati Mitigasi Bencana, 60.000 Bibit Mangrove Ditanam di Manado
Penanaman mangrove serentak dalam rangka mitigasi perubahan iklim dan bencana di Hutan Mangrove Blok Meras Taman Nasional Bunaken, Manado, Selasa (9/7/2019). Foto/Ist
A+ A-
MANADO - Dalam rangka memperingati mitigasi perubahan iklim dan bencana, 60.000 batang bibit mangrove ditanam di Hutan Mangrove Blok Meras Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (9/7/2019).

Penanaman mangrove itu melibatkan jajaran pemerintah daerah, organisasi wanita, unsur TNI-Polri, UPT Kementerian LHK, LSM serta masyarakat. Selain di Manado, penanaman mangrove ini serentak dilaksanakan di 12 provinsi di Indonesia meliputi Provinsi Aceh, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, Indonesia dikaruniai ekosistem mangrove terluas dan memiliki tipe mangrove terlengkap di dunia. "Luas mangrove di Indonesia saat ini ±3,5 juta Ha. Ekosistem mangrove dengan kondisi baik dan sedang seluas ±1,8 juta Ha (51%), sedangkan yang mengalami degradasi mencapai ±1,7 juta Ha (49%)," ujarnya.



Provinsi Sulawesi Utara menurut Peta One Map Mangrove Nasional Tahun 2017 mempunyai luas mangrove 11.434 Ha yang tersebar di 12 Kabupaten dan 2 Kota. Kementerian LHK menaruh perhatian akan kelestarian ekosistem mangrove ini dikarenakan banyaknya manfaat mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai.Di antaranya,pelindung erosi dan abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut, tempat berlindung/ berkembangbiaknya berbagai jenis fauna dan biota laut; sumber pendapatan masyarakat (ekowisata, pemanfaatan kayu dan non kayu), dan sebagai mitigasi bencana.
Hasil penelitian bahwa lebar tanaman mangrove ±100 m dengan ketinggian akar ±30 cm sampai 1 m dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami ±90%. Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap emisi GRK 5 kali lebih baik dari tanaman hutan lainnya sehingga ekosistem mangrove perlu tetap terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya untuk menangani masalah lingkungan.

Selain seremoni penanaman mangrove yang diiniasi OASE Kabinet Kerja itu juga dilaksanakan pengobatan gratis, lomba mewarnai untuk anak, sosialisasi tsunami dari BPBD dan saber pungli dari Polda Sulut, serta adanya Kominfo Peduli Mangrove dari Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Sulut untuk menggunakan jaringan wifi gratis.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih dimana Provinsi Sulawesi Utara menjadi tuan rumah dalam aksi serentak ini. Mangrove di Sulawesi Utara tersebar di beberapa kabupaten, dan Kota Manado menjadi salah satu titik penting sebagai kawasan Taman Nasional Bunaken.

Ketua OASE Uga Wiranto, menyampaikan pihaknya yang merupakan istri para menteri kabinet kerja, mendampingi para suami untuk mendukung kerja pemerintah. Dengan dikomandoi Ibu Negara.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak