alexametrics

Puting Beliung Hantam Enam Rumah, Sekolah, dan Warung Sanjai di Agam

loading...
Puting Beliung Hantam Enam Rumah, Sekolah, dan Warung Sanjai di Agam
Angin puting beliung menerjang kawasan Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (8/7/2019) sekitar pukul 14.45 WIB. iNewsTV/Wahyu Sikumbang
A+ A-
AGAM - Angin puting beliung menerjang kawasan Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (8/7/2019) sekitar pukul 14.45 WIB. Angin kencang yang terjadi sesaat sebelum hujan deras ini mengakibatkan atap enam bangunan rumah, sekolah, dan warung sanjai rusak.

Tidak ada korban dalam kejadian ini, hanya kerugian materiil diperkirakan puluhan juta rupiah. Sunar Yeti alias Tati, seorang pemilik bangunan di Jaruang, Kenagarian Pulai Gaduik Ranggo Malai, di Jalan Lintas Sumatera, Bukittinggi-Medan menyebutkan, peristiwa angin kencang terjadi sekitar pukul 14.45 WIB.

Saat kejadian Tati sedang berada di dalam sekolah pendidikan luar sekolah, pusat kegiatan belajar mengajar, PKBM Darul Ulum di depan rumahnya. Tiba-tiba dari seberang jalan terdengar suara gemuruh angin kencang. Beberapa saat kemudian, atap teras depan sekolah berderak lalu ambruk. Saat itu dia juga melihat percikan api yang muncul dari kabel listrik yang tertimpa atap.



“Kami di dalam ada 25 orang anak dan 8 guru orang sedang ada kegiatan, tiba-tiba terdengar bunyi keras. Saya lihat ke luar ada percikan api, lalu atap yang di teras depan itu roboh. Semua saya suruh jalan keluar lewat pintu belakang. Tidak ada yang terluka, cuma motor dan mobil kena ranting yang terbang,” kataya.

Selain PKBM dan tiga unit warung makanan khas Sanjai di Jorong Jaruang, angin puting beliung juga menerjang dua unit rumah di Jorong Palabuahan. Tidak ada korban dalam kejadian ini, kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Sampai Senin malam, warga masih mencoba mencari dan mengumpulkan atap rumah yang diterbangkan angin hingga beberapa kilometer. Untuk menghindari guyuran hujan, beberapa pemilik bangunan lain telah mengganti atap yang rusak dan menutup dengan terpal. Angin kencang juga memutus kabel aliran listrik.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak