alexametrics

Banyak TKA di Perusahaan Asing Langgar Aturan, Imigrasi Jabar Siap Tindakan Tegas

loading...
Banyak TKA di Perusahaan Asing Langgar Aturan, Imigrasi Jabar Siap Tindakan Tegas
Banyak tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan-perusahaan asing dan dalam negeri yang beroperasi di Jawa Barat melakukan pelanggaran administrasi dokumen. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM) Jawa Barat Arie Budijanto mengatakan, banyak tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan-perusahaan asing dan dalam negeri yang beroperasi di Jawa Barat melakukan pelanggaran administrasi dokumen.

Sebagian besar perusahaan hanya membekali TKA dengan kartu izin tinggal sementara (Kitas). Selain itu, ada juga TKA yang menyalahgunakan izin kerja. TKA mengantongi izin kerja di perusahaan A, tetapi kenyataannya bekerja di perusahaan B. Tak sedikit pula TKA yang mengantongi visa kunjungan tetapi justru menetap dan bekerja di Indonesia.

"Kami sudah minta perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing memperbaiki dokumen keimigrasian tenaga kerja asingnya. Kalau setelah dua bulan tidak perbaiki, kami akan lakukan tindakan tegas," kata Arie, Senin (8/7/2019).



Atas pelanggaran-pelanggaran itu, tutur Kadiv Imigrasi, pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing tersebut, untuk melengkapi dokumen keimigrasian hingga dua bulan mendatang. "Jika tak segera dilengkapi, kami akan melakukan tindakan tegas," tutur Kadiv Imigrasi.

Ditanya dari TKA asal negara mana yang paling banyak melakukan pelanggaran, Arie mengungkapkan, sebagian besar berasal dari negera dengan investasi terbesar di Indonesia. Namun tak sedikit pula TKA dari negera-negara lain.

"Jumlahnya saya tidak hapal luar kepala. Asal negaranya campur-campur. Tetapi mayoritas dari negara yang investasinya besar di Indonesia," tegasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak