alexametrics

Kota Jambi Masuk 20 Besar Global Climate City Challenges (GCCC)

loading...
Kota Jambi Masuk 20 Besar Global Climate City Challenges (GCCC)
Kota Jambi terpilih sebagai 20 besar Finalis Global Climate City Challenge (GCCC), bersaing dengan kota dari negara-negara lain di berbagai belahan dunia. Kota Jambi menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang berhasil masuk nominasi 20 besar GCCC ter
A+ A-
BONN - Kota Jambi terpilih sebagai 20 besar Finalis Global Climate City Challenge (GCCC), bersaing dengan negara-negara lain di berbagai belahan dunia. Kota Jambi pun menjadi satu-satunya kota di negara di Asia Tenggara yang berhasil masuk nominasi 20 besar GCCC tersebut.

Kota Jambi berhasil masuk 20 besar finalis GCCC setelah mempresentasikan proposal strategis Pemerintah Kota Jambi dengan tema Green Urban Transportation Project. Dalam proposal tersebut, Pemerintah Kota Jambi mengajukan proyek strategis senilai 30 juta Euro untuk proyek "Green Urban Transport Project" berupa masterplan sistem transportasi massal di Kota Jambi, pembangunan infrastruktur jalan, smart traffic monitoring system, dan pembangunan terminal bus terintegrasi.
Berpotensi raih peluang investasi 1,4 miliar Euro
Dan yang paling membanggakan, selain akan mendapatkan 30 juta Euro karena proposalnya menjadi pemenang dalam GCCC, Kota Jambi juga berpeluang meraih investasi potensial bernilai 1,4 miliar Euro di bidang e-mobility, waste to energy, urban greening, resilience and climate adaptation measures dari para investor yang berasal dari benua biru tersebut.

Hal itu tampak dalam pengumuman yang dirilis European Investment Bank (EIB) dalam 20 Cities Building a Sustainable Future.



Sebelumnya, Wali Kota Jambi yang diwakili Wakil Wali Kota Maulana memimpin delegasi Kota Jambi pada ajang The 10th Global Forum on Urban Resilience and Adaptation Resilient Cities 2019 yang berlangsung di Bonn, Jerman pada 27 hingga 30 Juni lalu.

Wakil Wali Kota Jambi Maulana tampil pada panel Finance Forum High Level Session. Ia disandingkan dengan Wali Kota Bogor Arya Bima. Kedua delegasi diberi kesempatan melakukan presentasi dihadapan lembaga donor internasional serta seluruh peserta yang berasal dari seluruh dunia.

Dalam pertemuan internasional yang diinisiasi International Council for Local Environtmental Initiatives (ICLEI), yang dihadiri 560 peserta dari 60 negara belahan dunia. Kota Jambi di masa kepemimpinan Wali Kota Syarif Fasha, sejak 2014 lalu telah menjadi anggota aktif dalam forum ICLEI. Forum itu juga menjadi ajang berbagi ide, pembelajaran dan menciptakan solusi bagi isu aktual global yang ada di setiap kota di seluruh dunia.

Forum itu juga memfasilitasi kota-kota dari berbagai belahan negara di dunia untuk memaparkan proposal bantuan bagi proyek strategis yang relevan dengan isu penyelamatan lingkungan dikota asalnya.

Pada kesempatan itu, Maulana memaparkan presentasi yang berjudul "Inisiatif Kota Jambi dalam Transportasi Publik Ramah Lingkungan", yang memuat komitmen Kota Jambi untuk mendukung secara penuh gerakan global mengatasi perubahan iklim dengan inisiatif aksi iklim di tingkat daerah (addressing climate change with local climate action initiative), yang salah satu diantaranya adalah mewujudkan suatu sistem transportasi publik bagi seluruh kota Jambi yang ramah lingkungan (green urban transportation project).
Kota Jambi Masuk 20 Besar Global Climate City Challenges (GCCC)

Dalam rangka mewujudkan rencana langkah aksi tersebut, Pemkot Jambi mengajukan proposal proyek strategis Kota Jambi dalam Global climate City Challenge (GCCC).

GCCC sendiri merupakan inisiatif kerjasama European Investment Bank (EIB) dengan Global Covenant of Mayors (GCoM), yang menyediakan pendampingan teknis untuk mempersiapkan dan jalur cepat dalam pendanaan proyek aksi penyelamatan iklim perkotaan (urban climate action projects).

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Jambi juga mengikuti panel Transformation Action Plan (TAP) Market Place, sebuah sesi di mana para investor mewawancarai langsung face-to-face semua perwakilan kota yang hadir guna mempresentasikan project yang ingin diwujudkan dan meyakinkan para investor untuk berinvestasi.

Tahap selanjutnya, pada pertengahan Juli ini, pihak EIB akan melaksanakan conference call dan mewawancarai langsung Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, terkait masalah teknis dan kesiapan menerima bantuan tersebut.

Selanjutnya, 20 nomine tersebut, 6 besar kota-kota dunia yang memenangkan Global Climate City Challenges (GCCC) yang didukung penuh baik dari aspek teknis dan pembiayaan dana akan diundang langsung menghadiri The UN Climate Action Summit pada bulan September mendatang di New York Amerika, ajang tersebut diikuti oleh High-Level Political Forum on the SDGs.

Masuknya Kota Jambi dalam 20 besar nominator GCCC tersebut adalah buah manis dari keaktifan Wali Kota Syarif Fasha dalam membawa Kota Jambi ke level pergaulan tingkat dunia. Keseriusan dan komitmen kuat Wali Kota Fasha membawa Kota Jambi untuk turut berkontribusi dalam upaya penyelamatan iklim global, dan keaktifan Kota Jambi diberbagai organisasi global yang concern akan isu lingkungan, merupakan modal besar dan bobot penilaian penting bagi Kota Jambi untuk dapat masuk menjadi nominasi GCCC kali ini.

Keseriusan Kota Jambi dibuktikan dengan bergabungnya dalam berbagai forum internasional yang concern dalam upaya penyelamatan lingkungan, seperti The Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM) dan ICLEI.

Selain telah menjadi anggota ICLEI, pada September 2016 lalu, Wali Kota Fasha juga terpilih menjadi Representative Council di dua jabatan sekaligus, yaitu General Assembly UCLG ASPAC, serta negara-negara di Southeast Asia menunjuk Wali Kota Jambi menjadi Representative Council UCLG ASPAC (United Cities and Local Government Asia Pacific) dan Representative Council tingkat dunia periode 2016-2018.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak