alexametrics

ACT DIY Siapkan 500 Tangki Air Bersih untuk Warga di Gunungkidul

loading...
ACT DIY Siapkan 500 Tangki Air Bersih untuk Warga di Gunungkidul
Tahun ini ACT menyiapkan 500 tangki air bersih untuk masyarakat di Gunungkidul yang mengalami kekeringan. Foto/Suharjono
A+ A-
GUNUNG KIDUL - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) DIY terus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup di tengah bencana kekeringan yang melanda Gunungkidul, Yogyakarta setiap tahun.

Tahun ini ACT menyiapkan 500 tangki air bersih untuk masyarakat di Gunungkidul yang mengalami kekeringan. Bantuan ini diberikan secara gratis pada titik titik daerah yang dipadukan takan sangat rawan oleh tim assesment ACT MRI DIY.

"Kita akan berikan di beberapa titik di Gunungkidul seperti saat ini di Kecamatan Ngawen," ungkap Humas ACT DIY, Nasrudin, Jumat (5/7/2019).



Untuk melakukan pemetaan, pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Dari data yang diterima tercatat 14 kecamatan yang sudah mulai mengalami kekeringan. Akhirnya pihaknya melakukan pemilihan lokasi seperti yang dilakukannya desa Jurang Jero, Kecamatan Ngawen.

Dilanjutkannya, sulitnya memperoleh air bersih di Desa Jurang Jero membuat sejumlah warga Gunungkidul harus berusaha ekstra untuk mendapatkan air. "Di Kecamatan Ngawen hanya tersedia beberapa sumur yang hampir seluruhnya kering, tempat penampungan air juga mulai kering tak terisi hingga terlihat kerak yang mulai mengelupas," katanya.

Sarah, salah satu relawan MRI mengatakan, tim dari Lembaga Kemanusiaan ACT bersama MRI mengirim sedikitnya 15 ribu liter air bersih untuk didistribusikan kepada warga Desa Jurangjero. Untuk satu tangki dengan kapasitas 5 ribu liter harus ditebus seharga Rp350 ribu.

"Kita langsung siap akan titik-titik pemberian air bersih dan warga berkumpul menggunakan ember atau jerigen," katanya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak