alexametrics

300 Personel Polda Kepri BKO ke Polda Metro Jaya Kembali ke Markas

loading...
300 Personel Polda Kepri BKO ke Polda Metro Jaya Kembali ke Markas
Sebanyak 300 personel Polda Kepri yang terdiri dari 200 pasukan Sat Brimob dan 100 pasukan Sat Sabhara kembali ke Kepri, Selasa (2/7/2019) pagi. Foto/Dicky Sigit Rakasiwi
A+ A-
BATAM - Sebanyak 300 personel Polda Kepulauan Riau (Kepri) yang terdiri dari 200 pasukan Sat Brimob dan 100 pasukan Sat Sabhara kembali ke Kepri, Selasa (2/7/2019) pagi. Ratusan personel ini tiba setelah bertugas di ibukota selama lebih kurang satu setengah bulan sejak 17 Mei hingga kembali 2 Juli ini.

Personel Polda Kepri ini pulang dengan pesawat carteran dari maskapai Lion Air dan melalui terminal VVIP Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Tidak kurang satu personel pun, personel Polda Kepri ini juga tidak pernah melakukan pelanggaran apapun selama bertugas di sana.

Hal ini dikatakan Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Yerry Oskag saat Apel Penyambutan para personel Polda Kepri ini. "Ini adalah apel konsolidasi yang biasa kita lakukan untuk menyambut pasukan," ujarnya.



Pada kesempatan itu, Yerry atas nama pimpinan Polda Kepri menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel BKO Polda Metro Jaya yang telah kembali melaksanakan tugas BKO. Dimana selama 43 hari ini para personel ini telah bertugas dengan berhasil dan dilaksanakan dengan baik.

"Selamat saya ucapkan mewakili Pak Kapolda, personel Polda Kepri ini sudah membanggakan," ujarnya.

Dijelaskannya, dengan selesainya melaksanakan tugas pengamanan di wilayah Polda Metro Jaya bukan berarti Operasi Kepolisian Mantap Brata berakhir. Namun, kegiatan Operasi Kepolisian Pengamanan Pemilu sampai Oktober 2019.

Polda Kepri dan jajaran bersama TNI serta dukungan seluruh masyarakat Kepri dapat mewujudkan Provinsi Kepri yang aman, damai dan kondusif.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak