alexametrics

Usai Diajak Pesta Miras, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Tetangganya

loading...
Usai Diajak Pesta Miras, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Tetangganya
Ketiga tersangka saat dikonfrortir oleh penyidik di Mapolres Pasuruan, Selasa (2/7/2019). Foto/iNews TV/Jaka Samudra
A+ A-
PASURUAN - Dari lima pelaku, 4 di antaranya sudah ditangkap polisi. Sedangkan 1 pelaku lainnya masih jadi buronan.
Setelah menjalani pemeriksaan terpisah secara marathon, 3 pelaku pemerkosaan dikonfrotir di ruang Satreskrim Mapolresta Pasuruan, Selasa (2/7/2019).

Ketiganya yaitu HB, RF dan RH warga Desa Sungi Wetan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Mereka diduga memperkosa gadis berinisial RM, warga Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Di hadapan petugas, ketiganya mengakui perbuatan bejat tersebut. RH menjelaskan bahwa pemerkosaan berlangsung sebulan lalu.



Bermula saat korban diajak pacarnya, DH untuk minum miras jenis cukrik. Keduanya yang sedang mabuk asmara pesta miras hingga mabuk.

Selanjutnya korban dikenalkan kepada teman-teman DH yang berjumlah empat orang. Tak lama kemudian kelima remaja ini mencabuli korban secara bergantian.

Korban yang masih dalam pengaruh miras tak bisa melawan dan setelah itu ditinggal oleh para pelaku. Setelah mengetahui peristiwa keji ini, keluarga korban tak terima dan melaporkannya ke Mapolresta Pasuruan.

Tersangka DH berhasil disergap lebih awal dan berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Sedangkan tiga pelaku lainnya diamankan tim Buser Suropati Polres Kota Pasuruan di tempat yang berbeda. Sedangkan SL, pelaku lainnya belum tertangkap.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Slamet Santoso menyatakan, ketiga pemerkosa telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka dijerat dengan pasal pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan dimasukan ke sel tahahan di Mapolres,” katanya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak