Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono Ungkap Praktik Mafia Tanah di Grobogan

Senin, 15 Juli 2024 - 21:24 WIB
loading...
Menteri ATR/BPN Agus...
Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono saat memimpin konferensi pers di Mapolda Jateng, Senin (15/7/2024). Foto/Eka Setiawan
A A A
SEMARANG - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjanji bakal menggebuk praktik mafia tanah termasuk memproses hukum siapapun aktor intelektual yang terlibat.

Di bawah komando Kepala Satgas Mafia Tanah Brigjen Arif Rahman, AHY menyebutkan, kasus teranyar yang diungkap lokasinya di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Total potensi kerugian negaranya mencapai Rp5,16 triliun.

“Backup-backup (beking) kuat, aktor intelektualnya ada, jejaringnya di mana-mana, mafia tanah ini selalu yang jadi korban adalah rakyat,” kata AHY di Markas Polda Jateng, Senin (15/7/2024).

Baca juga; Dilantik Jadi Menteri ATR/BPN, AHY Diminta Gebuk Mafia Tanah

Pengungkapan kasus dengan kerugian mencapai triliunan rupiah itu, sebut AHY, jadi salah satu terbesar nasional yang diungkap. Dia merinci, secara nasional di tahun 2024 ada 87 kasus mafia tanah yang jadi target operasi.

Selama 5 bulan terakhir, selain di Kabupaten Grobogan, Satgas Mafia Tanah juga telah mengungkap kasus serupa di Jawa Timur, Sulawesi Tenggara hingga Jambi. Pada kasus di Grobogan itu, adalah lahan ke HGB seluas 82,6 hektare dengan tersangka DB (66) warga Tingkir Salatiga selaku Direktur PT. Azam Anugerah Abadi (AAA).

Korbannya adalah PT. Azam Laksana Intan Buana (ALIB). Kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap di Pengadilan Negeri Purwodadi. “Ini pemalsuan akta otentik kepemlikan tanah, hilang dengan bantuan oknum notaris,” sambungnya.

Sementara di Kota Semarang, AHY, juga merinci telah mengungkap kasus yang melibatkan tersangka DBP (34) warga Semarang Selatan dengan kasus penipuan penggelapan jual beli tahan kavling. Kejadian itu mulai tahun 2019. “Individu yang seringkali jadi korban, sehingga kita tidak hanya ungkap yang besar-besar,” lanjutnya.

Baca juga; Pesan Hadi Tjahjanto ke AHY: Gebuk Mafia Tanah, Enggak Usah Takut!

AHY menegaskan, selain menghadirkan rasa keadilan atas urusan tanah dan tata ruang di Indonesia, memberantas praktik mafia tanah juga bertujuan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan iklim investasi yang baik. Dia meminta masyarakat agar berani melapor ke penegak hukum jika menjadi korban praktik mafia tanah.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan mafia tanah memerlukan kolaborasi dan sinergi serta komitmen kuat dari seluruh aparat penegak hukum.

“Tahun 2024 ini, bersama Satgas Mafia Tanah Mabes Polri, kami Polda Jateng mengungkap lima kasus, tiga kasus telah ditetapkan enam orang tersangka, satu tersangka telah divonis dua tahun penjara oleh pengadilan,” kata Luthfi.

Kasus Mbah Siyem

Di Grobogan, tepatnya di Dusun Sarip, Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, terjadi dugaan penyerobotan tanah oleh pemerintah desa setempat. Korbannya adalah warga desanya, empat bersaudara, tertua bernama Siyem (60).

Mbah Siyem adalah perantau, sempat transmigrasi di Sumatera Selatan. Pada tahun 2022 silam ketika hendak mengurus tanah peninggalan ayahnya, dia kaget, sebab sudah berubah hak milik jadi pemdes setempat. Padahal, tidak ada jual beli sebelumnya.

Pada Senin 24 Juni 2024 silam, Mbah Siyem mencoba melapor ke Polda Jateng untuk mencari keadilan atas tanahnya sekira 1,7 hektare yang raib. Sampai sekarang, Polda Jateng masih memproses laporan Mbah Siyem yang dibantu gratis tim pengacara dari Kantor Hukum Abdurrahman & Co Semarang.

Menanggapi kasus itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni berjanji akan berkoordinasi terkait kasus yang menimpa Mbah Siyem. “Kalau memang nanti ada, saya juga akan minta dari instansi terkait, dari Asisten Satu, nanti saya coba lihat juga dari Dispermades (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa),” kata Sri saat ditemui di Mapolda Jateng.

Sementara, AHY mengatakan masyarakat juga perlu menjaga tanahnya, termasuk tanah warisannya, seperti membuat patok atau batas-batas tertentu. Ini bisa untuk salah satu upaya melindungi tanah-tanah mereka dari kemungkinan praktik jahat mafia tanah.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Tragis, Mobil Rombongan...
Tragis, Mobil Rombongan Pengantar Haji Tertabrak Kereta, 4 Tewas Termasuk 2 Balita
Kecelakaan Kereta di...
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, AHY: Butuh Pembenahan Tataran Operasional
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Jateng Sediakan Layanan Angkut Pemudik Bermotor
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Rekomendasi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved