alexametrics

Peringatan ke 64 Konferensi Asia Afrika

Indonesia dan Negara Asia Afrika Dukung Kemerdekaan Palestina

loading...
Indonesia dan Negara Asia Afrika Dukung Kemerdekaan Palestina
Warga tumpah ruah menyaksikan parade budaya saat peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung. Foto/Agus Warsudi
A+ A-
BANDUNG - Ribuan warga tumpah ruah di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka memadati jalan bersejarah itu untuk menyaksikan parade peringatan ke-64 Konferensi Asia Afrika (KAA). Acara tahunan yang digelar Pemkot Bandung ini diikuti 19 delegasi negara sahabat, perwakilan dari provinsi, kota, dan kabupaten se-Indonesia.

Festival diawali dengan proses solidarity walk dari Pendopo Wali Kota Bandung ke Palestine Walk, Jalan Alun-alun Timur. Proses ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang diawali dengan historical walk yakni, berjalan kaki dari Hotel Savoy Homman Bidakara menuju Gedung Merdeka.

Saat solidarity walk, para dubes negara-negara sahabat dari Jepang, Irak, Palestina, Sudan, Libya, Laos, Zimbabwe, Maroko, Kuwait, Mesir, Afrika Selatan, dan Tunisia, bersama Wali Kota Bandung Oded M Danial, dan Staf Ahli Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, melepas burung merpati sebagai bentuk simbolisasi dukungan Indonesia dan negara-negara peserta KAA terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.



Selanjutnya, mereka menuju Gedung Merdeka, tempat penyelenggaraan KAA pada 1955 untuk melihat koleksi benda bersejarah di Museum Asia Afrika tersebut. Puncak peringatan diwarnai dengan Asian African Carnival (AAC). Untuk mendukung parade tersebut, ruas jalan dari Simpang Empat Tamblong-Asia Afrika hingga depan Alun-alun Bandung ditutup total.

Wali Kota Bandung Oded M Danial dalam sambutannya mengatakan, melalui AAF 2019 ini diharapkan bisa menjadi cerminan bagi kemajuan budaya dan pariwisata di Kota Bandung dan Indonesia umumnya. Sekaligus simbol persatuan dan perdamaian di antara negara-negara sahabat. "Saya harap event ini mencerminkan perdamaian antarbangsa dan terciptanya peradaban dunia yang berlandaskan demokrasi," kata Oded.

Oded menegaskan, AAF 2019 menjadi bukti dukungan nyata Kota Bandung, Indonesia, dan negara sahabat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Sesuai niat awal pelaksanaan KAA 1955 silam adalah menggelorakan perdamaian dunia dan kemerdekaan bangsa yang terjajah.

Staf Ahli Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengapresiasi penyelenggaraan AAF yang rutin digelar setiap tahun di Bandung. Gelaran ini merupakan bukti kepedulian warga dan Pemkot Bandung terhadap perdamaian dunia.

"Saya berharap, acara ini bisa menjadi daya tarik wisata baru di Kota Bandung. Karena AAF merupakan salah satu kegiatan penting sehingga bisa menarik banyak wisatawan. Event ini juga penting untuk mengekspresikan kreativitas dari seniman dan budayawan," ungkap Esthy.
(sco)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak