alexametrics

Serangan Antraks Meluas, 7 Dusun di Gunungkidul Masuk Zona Merah

loading...
A+ A-
GUNUNGKIDUL - Serangan penyakit antraks di Gunungkidul meluas dan telah mengakibatkan 7 ekor sapi mati mendadak. Kini pemda telah menetapkan tujuh dusun di tiga desa masuk zona merah antraks.

"Kita juga tetapkan tujuh dusun masuk zona merah antraks. Ini menjadi perhatian serius kami," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnubroto, Kamis (27/6/2019).

Wilayah yang masuk zona merah tersebut di antaranya Dusun Grogol I, Grogol II, Grogol III, Grogol IV, Grogol V di Desa Bejiharjo; Dusun Kajar 3, Desa Karangtengah; dan Dusun Tawarsari, Desa Wonosari. Selain zona merah, Dinas Pertanian dan Pangan juga menetapkan zona kuning atau warning antraks. (Terpapar Antraks, 7 Sapi Mati Mendadak)



Zona kuning antraks ini meliputi Dusun Grogol VI, Gunungsari, Banyubening I, Banyubening II dan Dusun Kulwo di Desa Bejiharjo. Selain itu juga Dusun Kedung I, Kedung II di Desa Karangtengah, Dusun Budegan I, Budegan II di Desa Piyaman dan Dusun Selang II di Desa Selang. "Ada sembilan dusun masuk zona kuning," imbuhnya.

Dinas Pertanian dan Pangan telah mendapatkan kuota 5.000 dosis vaksin antraks dari Kementerian Pertanian. Dengan demikian, petugas dapat memberi vaksin kepada 10.000 hewan ternak. "Karena satu dosis vaksin bisa untuk dua hewan ternak dan untuk melakukan vaksinasi itu kami telah melibatkan 91 petugas," beber Bambang.

Kepala Seksi Kesehatan Veteriner, Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, sebelum pemberian vaksin antraks, ribuan ternak terlebih dahulu diberikan suntikan antibiotik. Pemberian suntikan ini untuk memastikan kondisi ternak sehat sehingga saat divaksin tidak terkena efek samping. “Kalau ternak tidak sehat divaksin, maka hewan ternak bisa mati. Jadi, sebelum vaksin diberikan, kami sudah menyosialisasikan tentang efek samping vaksin ke masyarkat,” jelasnya.
(shf)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak