alexametrics

Tak Dipinjami Uang, Pemuda Pekalongan Bunuh Nenek 70 Tahun

loading...
Tak Dipinjami Uang, Pemuda Pekalongan Bunuh Nenek 70 Tahun
Hanya karena tak dipinjami uang, pemuda asal Pekalongan nekat membunuh seora nenek di Karawang. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
KARAWANG - Polres Karawang menangkap, NVL (22), tersangka pembunuh nenek yang hidup sebatangkara, Awis (70). Tersangka ditangkap setelah sempat buron selama lima hari bersembunyi di rumahnya di Pekalongan, Jawa Tengah. Saat dilakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan dan pasrah saat dibawa ke Mapolres Karawang.

"Kami mendapat informasi keberadaan tersangka sembunyi di Pekalongan dan langsung kita kejar ke sana (Pekalongan). Setiba di Pekalongan kami menemukan tersangka bersembunyi di rumah orang tuanya dan langsung kami tangkap tanpa melakukan perlawanan. Hasil pemeriksaan sementara tersangka mengakui perbuatannya dan motifnya karena dendam tidak diberikan pinjaman uang," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan, Senin (24/6/2019).

Menurut Bimantoro, tersangka ditangkap di Pekalongan setelah penyidik mendapat informasi keberadaan tersangka di rumah orang tuanya. Tersangka tidak berkutik ketika polisi datang secara tiba-tiba di rumah orang tuanga. Dari tangan tersangka polisi mengamankan uang sisa hasil kejahatan sebesar Rp489 ribu. "Dari pengakuan tersangka mengaku mengambil uang dari korban sebesar Rp1,2 juta dan kita mengamankan uang yang belum digunakan," katanya.



Bimantoro mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diketahui motif pembunuhan karena tersangka sakit hati tidak diberikan pinjaman uang pada Kamis (13/6/2019). Kemudian dua hari setelah itu Sabtu (15/6/2019) dini hari tersangka mendatangi rumah korban dengan cara membobol dinding rumah yang terbuat dari bambu.

Korban terbangun ketika mendengar suara berisik dengan membawa gunting. "merasa dipergoki tersangka langsung menyerang korban dan merebut gunting yang dipegang korban. Guntingnya berhasil direbut tersangka dan langsung menghujamkan ke tubuh korban sebanyak tiga kali," katanya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak