alexametrics

Isak Tangis Iringi Penahanan Eks Kadis Kesehatan Subulussalam yang Terlibat Korupsi

loading...
Isak Tangis Iringi Penahanan Eks Kadis Kesehatan Subulussalam yang Terlibat Korupsi
Terbukti ikut terlibat dalam praktik tindak pidana korupsi mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Adri resmi ditahan Kejakssan Negeri Kota Subulussalam. Foto iNews TV/Ropi R
A+ A-
SUBULUSSALAM - Terbukti ikut terlibat dalam praktik tindak pidana korupsi mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Adri resmi ditahan Kejakssan Negeri Kota Subulussalam. Adri yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenaga Kerjaan resmi ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Kota Subulussalam karena terbukti ikut terlibat dalam praktek tindak pidana korupsi pembangunan pagar Rumah Sakit Umum Daerah Kota Subulussalam pada tahun 2015 lalu.
Isak Tangis Iringi Penahanan Eks Kadis Kesehatan Subulussalam yang Terlibat Korupsi


Adri ditahan bersama tiga orang lainya yaitu PPTK atau Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Irwansyah, konsultan pengawas Sudirman dan kontraktor Efan Suryaganti Lubis yang mengerjakan pembangunan pagar RSUD Kota Subulussalam tahun 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp836 juta. Penahanan keempat tersangka diwarnai isak tangi keluarga saat akan dibawa ke Rutan Aceh Singkil.

“Ke empat tersangka ini terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan akan ditahan selama 20 hari ke depan untuk melengkapi berkas pelimpahan ke Pengadilan Tipikor di Banda Aceh. Untuk sementara keempat tersangka ini dititipKan di Rutan Kabupaten Aceh Singkil,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Subulussalam Ika Liusnardo, Kamis (20/6/2019).



Akibat perbuatan ke empat tersangka, lanjut Ika, negara mengalami kerugian sebesar Rp193 juta. “Ke empat tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi No 31 tahun 1999 junto 20 tahun 2001 dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun kurungan penjara,” tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak