alexametrics

SMK Harus Buat Lompatan Kurikulum untuk Kurangi Pengangguran

loading...
SMK Harus Buat Lompatan Kurikulum untuk Kurangi Pengangguran
Kepala Sekolah SMK Nasional Dedy Hermadi (kiri) dan Perwakilan Yayasan Pendidikan Nasional Sri Wulandari Retno (kanan) mengapit siswa berprestasi SMK Nasional. SINDOnews/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - Harus ada lompatan besar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar tidak ada kesenjangan antara lulusan dengan kebutuhan industri jauh. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterserapan lulusan SMK di dunia kerja.

Kepala Sekolah SMK Nasional Dedy Hermadi mengakui, saat ini industri bergerak begitu cepat, mengikuti kemajuan zaman dan teknologi. Akibatnya tidak sedikit dari kurikulum pendidikan yang tertinggal.

Kondisi itu menyebabkan terjadinya kesenjangan antara kebutuhan industri dan lulusan SMK. Tak heran, kendati SMK hadir untuk mencetak lulusan siap kerja, pada kenyataannya, angka pengangguran tertinggi dari tingkat SMK.



"Dunia usaha larinya lebih cepat. Misalnya kita masih berkutat di perkabelan, mereka sudah menggunakan wireless. Oleh karenanya, perlu terobosan agar lulusan kita bisa terserap," jelas Dedy pada acara pelepasan siswa SMK Nasional angkatan 9 di Hotel Jayakarta, Jalan Ir H Juanda, Kota Bandung, Rabu (19/6/2019).

Menurut dia, salah satu unsur penting yang harus dibenahi adalah konsep pembelajaran siswa SMK yang masih tradisional, lebih banyak tatap muka di kelas. Semestinya, konsepnya dibuat layaknya suasana kerja atau mirip bangku perkuliahan.

"Mereka disiapkan untuk bekerja, tapi konsep belajar masih seperti sekolah pada umumnya (tatap muka di kelas). Sebenarnya konsep bekerja bisa dimulai dari disiplin belajar. Mereka nantinya terbiasa saat bekerja," bebernya.

SMK Nasional, kata dia, tak hanya melakukan penyesuaian pada beberapa metode pembelajaran, tetapi juga melakukan penguatan pada tenaga pengajar. Misalnya melakukan upgrading guru agar menguasai ilmu kekinian. Termasuk merekrut guru dari praktisi.

Sementara itu, Perwakilan Yayasan Pendidikan Nasional Sri Wulandari Retno mengatakan, pihaknya mendukung penuh agar lulusan SMK Nasional terserap pasar. Bagaimana sekolah membuat inovasi dan terobosan agar lulusan SMK sesuai perkembangan zaman.

"Walaupun untuk SMK kami baru meluluskan sembilan angkatan, tapi hampir 90% alumni kami bekerja. Untuk yang lulusan tahun ini saja, hampir 50% sudah bekerja. Padahal mereka baru saja mau lulus," jelasnya.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak