alexametrics

Petani di Muratara Tewas Diterkam Harimau Sumatera

loading...
Petani di Muratara Tewas Diterkam Harimau Sumatera
Seorang petani di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Musirawas Utara, Sumatera Selatan ditemukan tewas mengenaskan dengan luka robek di leher dan kepala. Diduga korban tewas diterkam harimau. Foto ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
MURATARA - Seorang petani di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Musirawas Utara, Sumatera Selatan ditemukan tewas mengenaskan dengan luka robek di leher dan kepala. Diduga korban tewas diterkam hewan buas yakni harimau.

"Kondisinya (mayat) yang robek itu, kami meyakini meninggal dunia karena diterkam harimau," ujar Kepala Desa Sungai Jernih David, Selasa (18/6/2019).

Korban diketahui bernama Jumiten (61), warga Desa Sungai Jernih. Korban pergi dari rumah Senin (17/6/2019) pagi ke kebun karet.



Hingga sore hari, korban dikabarkan tak kunjung pulang. Keluarga pun berusaha mencari dan menemukan sudah tewas bersimbah darah dengan kondisi leher berlubang.

"Ditemukan sudah meninggal tadi malam pukul 20.15 WIB. Lehernya jelas terlihat ada bekas gigitan sama kepalanya luka. Kalau melihat lukanya itu bukan digigit beruang, itu harimau. Warga sini sudah pengalaman dan sudah tahu itu gigitan apa," kata David.

Dengan insiden ini, David mengimbau warga yang pergi ke kebun untuk lebih berhati-hati. Sementara korban saat ini sudah dimakamkan oleh keluarganya.

Keberadaan harimau di wilayah Kabupaten Muratara diyakini dalam jumlah yang cukup banyak. Pasalnya, sejumlah warga yang membuka lahan untuk menanam pohon karet sering melihat kucing besar dilindungi ini.

"Tidak tahu kalau jumlah banyak atau tidak, yang pasti warga yang di talang (kebun) biasa melihat harimau atau minimal menemukan jejak kaki harimau," ujar Aziz, petinggi perusahaan pengelola kayu di Kecamatan Rupit, Muratara.

Untuk diketahui, wilayah Sungai Jernih tempat petani tewas diterkam harimau memang dikelilingi hutan hingga berbatasan dengan Kabupaten Musi Banyuasin dan Sarolangun, Jambi.
(sms)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak