alexametrics

PT KAI Daop 2 Bandung Angkut 1,4 Juta Penumpang saat Mudik Lebaran 2019

loading...
PT KAI Daop 2 Bandung Angkut 1,4 Juta Penumpang saat Mudik Lebaran 2019
Pada arus mudik Lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mencatat telah mengangkut sekitar 1,4 juta penumpang. SINDOnews/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - Pada arus mudik Lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mencatat telah mengangkut sekitar 1,4 juta penumpang. Volume penumpang tahun ini tercatat naik sekitar 12% dibanding tahun lalu.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Noxy Citrea menjelaskan, masa operasi angkutan Lebaran 2019 PT KAI, resmi berakhir pada Minggu 16 Juni 2019. Angkutan Lebaran 2019 telah berlangsung selama 22 hari mulai 26 Mei sampai dengan 16 Juni 2019.

Selama periode operasi, PT KAI Daop 2 Bandung telah mengangkut sebanyak 1.466.159 penumpang atau meningkat 12% dibandingkan 2018 sebanyak 1.312.470 penumpang. Volume penumpang terbanyak terjadi pada H+2 atau pada Sabtu 8 Juni 2019 sebanyak 87.594 penumpang.



“Kami atas nama Daop 2 menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan pelayanan selama masa Angkutan Lebaran. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat menggunakan kereta api. Peningkatan volume penumpang dari tahun 2018 ini menjadi tantangan bagi kami untuk semakin baik melayani masyarakat,” jelasnya, Selasa (18/6/2019).

Menurut dia, selama masa Angkutan Lebaran 2019, Daop 2 telah menambah 5 perjalanan kereta. Di antaranya KA Lodaya Pagi Tambahan, KA Lodaya Malam Tambahan, KA Pasundan Tambahan, KA Kutojaya Tambahan, dan KA Ciremai Tambahan.

Selain itu, pada masa Angkutan Lebaran ini pun promo Rp1.000 KA Galunggung rute Kiaracondong - Tasikmalaya PP dan KA Pangandaran rute Bandung - Banjar PP diperpanjang sampai 30 Juni 2019. Hal ini tentu semakin membantu masyarakat untuk mudik menuju kampung halaman.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak