alexametrics

Selama 2 Tahun, Mbah Slamet asal Pekalongan Tinggal di Kandang Itik

loading...
Selama 2 Tahun, Mbah Slamet asal Pekalongan Tinggal di Kandang Itik
Slamet (84) warga RT 17/4, Dukuh Gempol, Desa Tanjungsari, Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, hidup di gubuk sempit.Foto/MNC Media/Suryono Sukarno
A+ A-
PEKALONGAN - Seorang kakek bernama Slamet (84) warga RT 17/4, Dukuh Gempol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, hidup sebatang kara dalam kondisinya memprihatinkan. Kakek renta yang kerap dipanggil Mbah Slamet ini tinggal di gubuk sempit ,dekat irigasi jauh dari tetangga.

Slamet tinggal di gubuk yang dibuatnya sendiri tersebut selama bertahun-tahun. Sehari- hari, sang kakek tinggal bareng dengan ayam dan itik peliharaanya, tak ada barang berharga atau stok makanan di tempat ini.

Untuk makan dan kebutuhan sehari- hari, kakek ini juga sangat kesulitan, bahkan kadang tidak makan. Dia hanya bertahan hidup dengan makan dari bantuan orang melintas atau tetangga yang peduli.
Selama 2 Tahun, Mbah Slamet asal Pekalongan Tinggal di Kandang Itik

"Saya sudah lebih dari dua tahun tinggal di gubuk yang saya buat sendiri, selama ini makan dan kebutuhan lain dari warga yang melintas juga dari warga sekitar. Kadang menjual itik atau ayam yang saya pelihara ke warga sekitar, untuk membeli makan,” kata Slamet kepada MNC Media pada Selasa (18/6/2019).



Kondisi Slamet ini juga tidak lah sehat, dia menderita sakit hernia tanpa penanganan memadai. "Sakit saya sudah lama dan karena tak ada biaya sehingga tidak berobat," ujarnya.

Aji Purwo, relawan Kabupaten Pekalongan menuturkan, mendapati kakek ini tinggal di gubuk dan sudah berusaha untuk mencarikan bantuan. "Saya mendapat informaasi lalu saya cek ternayat benar ada kakek yang tinggal digubug lalu kita data dan semoga bisa ada yang membantu," tutur Aji Purwo.

Aji berharap pemerintah kabupaten segera tanggap dan bisa menolong warga ini agar tidak terlantar dan sakitnya bisa diobati. "Dalam waktu dekat ini, akan berusama mencari keluarga yang masih mau menampung. Jika tidak ada, akan disalurkan ke panti sosial atau warga yang bisa merawatnya, terutama memenuhi kebutuhan sehari hari," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak